Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 15 Sep 2019
- visibility 21.061
- comment 0 komentar

Founder sekaligus CEO Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardika. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Dokter Reza Mardika mengatakan bahwa disabilitas center itu mengusung empat pilar yakni pendidikan anak usia dini pada disabilitas, pengembangan bakat pada disabilitas, pengembangan ketrampilan, dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi disabilitas. Lembaga ini dibentuk atas dasar permasalahan disabilitas yang ada di Kebumen. Bahwa jumlah disabilitas cukup banyak mencapai 12.000 orang dan tidak berdaya sehingga tidak memiliki pekerjaan.
“Dari 12.000 itu, hampir semua menyumbang pada angka kemiskinan karena keberadaan mereka tidak berdaya,” ujar dr Reza dalam perbincangan ringan, baru-baru ini.
Selain itu, meskipun Kebumen telah memiliki sekolah inklusi, yakni ada 10 sekolah yang dicanangkan, namun masih sebatas nama. Secara kualitas di lapangan, nyatanya masih belum terjadi inklusi. Yang menjadi keprihatinan adalah, banyak orang tua yang tidak tahu cara mendidik anak disabilitas.
Baca Juga: Ascendia Goes to Office: Membuka Border antara Disabilitas dan Non Disabilitas
Kebanyakan orang tua juga masih menyembunyikan anak disabilitas di rumah. Sampai usia tertentu, orang tua baru sadar dan disekolahkan ke SLB. Dengan demikian proses pendidikan anak disabilitas sangat lambat seperti umur 10-11 tahun baru masuk SD.
“Jika rantai pendidikan ini tidak diputuskan, disabilitas itu akan selalu berujung jadi sumber daya manusia yang berkualitas rendah,” ujar Alumnus SMP 2 Gombong tersebut.







Saat ini belum ada komentar