Dokter Faiz Alauddien Reza Mardhika, Berjuang Berdayakan Disabilitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 15 Sep 2019
- visibility 21.061
- comment 0 komentar

Founder sekaligus CEO Ascendia Project dokter Faiz Alauddien Reza Mardika. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Mengapa pendidikan anak usia dini pada disabilitas? Sebenarnya, PAUD harus inklusi karena anak masuk PAUD tidak didasarkan pada disabilitas atau tidak disabilitas melainkan masalah umur. Hanya tidak banyak orang yang aware mengakomodasi anak-anak disabilitas.
Bahkan sekolah yang berpredikat inklusi masih merasa kerepotan, karena tidak ada tambahan fasilitas apa-apa bagi mereka. Sekolah inklusi hanya sebatas nama karena tidak memiliki target. Tidak seperti di DPR ada target kuota perempuan 30 %, sekolah inklusi tidak ada target.
“Padahal jika ditargetkan 10 % kuota untuk disabilitas, sekolah pasti akan berlomba-lomba bagaimana cara menjadi sekolah inklusi. Kalau sekarang ini mereka bersyukur jika tidak ada pendaftar disabilitas,” ujar mantan Ketua OSIS SMA 1 Kebumen tersebut.
Dia berharap Ascendia Center ingin menjadi jembatan bagi orang tua yang memiliki anak disabilitas usia dini dan bingung akan disekolahkan ke mana. Ascendia Center menjadi wadahnya untuk pendidikan anak usia dini. Selama ini masih kelompok bermain. Kami masih menggodok kurikulumnya.
“Kami bekerjasama dengan SLB Putra Manunggal. Mereka memiliki anak-anak 4-5 tahun yang belum saatnya SDLB, mereka tampung di Ascendia Center,” ujarnya.
Baca Juga: Supermodel Cantik Ini Mentori Disabilitas Belajar Modelling, Bagaimana Keseruannya?
Ascendia memiliki training center untuk mengasah ketrampilan disabilitas dalam beberapa bidang, antara lain massage dan salon dengan standar perhotelan, cleaning service, car wash, pembuatan sabun cuci. Program ini kemudian dilanjutkan dengan magang untuk mengasah ketrampilan yang sudah dijalani para disabilitas serta memperkenalkan dunia pekerjaan bagi disabilitas. Program magang ini akan dikerjakan di anak perusahaan Tradha Group.
“Program ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan ketrampilan agar para disabilitas mampu bersaing dalam dunia pekerjaan,” katanya.







Saat ini belum ada komentar