Tipu Juragan Beras di Gombong, Puluhan Juta Ludes untuk Foya-foya

  • Whatsapp
Penggelapan
Kapolsek Gombong menunjukkan tersangka penggelapan dan sampel barang bukti. (Foto: Istimewa)

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Seorang residivis berinisial ER alias Gering (40) warga Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Gombong. Gering menjadi tersangka dalam kasus penipuan atau penggelapan beras.

Korban adalah seorang juragan beras berinisial AN (35) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian delapan ton beras atau senilai Rp 77 juta.

Berita Lainnya

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto menjelaskan, dugaan penipuan diawali dari tersangka datang ke penggilingan padi Waluyo Jati di Desa Kalitengah Kecamatan Gombong, Kebumen.

Baca Juga: Ketagihan Karaoke, Kuli Bangunan Ini Gadaikan Motor Rentalan

Tersangka datang membeli sejumlah beras agar bisa lebih dekat dengan korban. Puncaknya tersangka mengajak korban ke kontrakan tersangka di Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Kamis 16 Maret 2021.
Kontrakan tersebut oleh tersangka digunakan untuk meyakinkan korban bahwa itu adalah rumahnya.

Tersangka sempat mengajak korban bermalam di kontrakannya agar semakin yakin bahwa dia adalah orang baik dan kontrakan adalah rumahnya.

“Modusnya tersangka berpura-pura membeli beras dalam jumlah banyak kepada korban. Selanjutnya beras 11 ton tersebut dikirim ke kontrakan tersangka, lalu tersangka kabur membawa beras tersebut,” jelas AKP Willy Budiyanto didampingi Kasubag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman saat konferensi pers, Selasa 8 Mei 2021.

Foya-foya

Tersangka baru membayar uang muka sebesar Rp 3,5 juta untuk pembelian 11 ton beras. Namun tersangka baru berhasil membawa kabur delapan ton beras karena mobil yang digunakan membawa beras tidak muat.

Saat tersangka kabur, beras tersebut dijual kepada seseorang tanpa sepengetahuan korban. Penipuan dilakukan tersangka pada transaksi keempatnya kepada korban.

Baca Juga: Gadaikan Motor Teman untuk Foya-foya, Pria Ini Masuk Bui Kedelapan Kali

Setelah transaksi pertama, kedua dan ketiga berhasil, korban merasa yakin jika tersangka adalah pembeli yang baik dan bisa dipercaya. Namun ternyata saat korban menaruh kepercayaan kepada tersangka, kepercayaan itu digunakan tersangka berbuat jahat.

Pengakuan tersangka yang juga residivis pencurian dengan kekerasan (curas) tahun 2018 di Purwokerto itu uang hasil penjualan beras digunakan untuk foya-foya. Salah satunya untuk menyawer pemandu lagu di kafe karaoke.

“Uang sudah habis digunakan untuk foya-foya Pak. Buat ngeroom di kafe karaoke. Buat nyawer juga,” ujar tersangka. (smn)

Berita Terkait