Dibully Soal Rob Sayung, Gubernur Luthfi Jawab dengan Aksi Nyata dan Strategi Jangka Panjang
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 2 Jul 2025
- visibility 366
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan sambutan saat bertemu dengan pimpinan media. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi santai kritik dan bully yang ditujukan kepadanya terkait penanganan rob di Sayung, Kabupaten Demak. Ia justru menyebut bully sebagai “obat penyemangat” untuk bekerja lebih giat dan ikhlas.
“Saya dibully ndak papa. Itu seperti obat. Terpenting, saya tidak tinggal diam, kerja ikhlas dan lebih giat,” ujar Luthfi saat forum Rembug Bareng Gubernur dan Pimpinan Media di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu, 2 Juli 2025.
Mantan Kapolda Jateng itu memahami, banyak masyarakat dan netizen belum sepenuhnya mengetahui kondisi riil bencana rob yang telah terjadi bertahun-tahun di pesisir utara, serta berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah.
Rob Bukan Masalah Baru, Solusi Perlu Jangka Pendek dan Panjang
Luthfi menekankan bahwa rob di Sayung telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Selain faktor alam seperti cuaca ekstrem, penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah memperparah situasi.
Untuk jangka panjang, Pemprov Jateng mendukung kebijakan nasional pembangunan tanggul laut (giant sea wall) yang ditargetkan fungsional pada 2026, sejalan dengan arah Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, akan dibangun dua kolam retensi besar yakni Terboyo (189 ha dengan kapasitas 6 juta m³) dan Sriwulan kapasitas 28 hektare, kapasitas 1 juta m³.
Keduanya diharapkan mampu meredam banjir rob di wilayah Demak dan Semarang.
Respons Cepat dan Kolaboratif
Untuk penanganan jangka pendek, seluruh OPD Pemprov Jateng telah diturunkan ke lokasi terdampak. Langkah-langkah konkret yang dilakukan meliputi; penyedotan genangan rob oleh Dinas Pusdataru, penempatan water barrier oleh Dinas PU Bina Marga, bantuan pendidikan, layanan kesehatan dan Speling (Dokter Spesialis Keliling).
Kemudian penanaman 1,5 juta pohon mangrove melalui program Mageri Segoro, kerja sama dengan Undip dalam teknologi desalinasi air laut menjadi air tawar.
Gubernur juga menegaskan pentingnya revisi Perda Air Tanah. Tanpa regulasi baru, penurunan tanah bisa mencapai 8-13 cm per tahun. Solusinya; dorong industri dan warga gunakan air dari SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
Rob Tak Bisa Dihentikan, Tapi Bisa Dikendalikan
“Setelah kami turun dan OPD juga turun, apakah rob langsung berhenti? Tidak. Itu alam. Tapi yang pasti, kami tidak tinggal diam. Kami bekerja,” tegas Luthfi.
Langkah sistematis ini menegaskan komitmen Ahmad Luthfi menangani rob Sayung bukan hanya dengan retorika, tetapi dengan strategi jangka pendek dan panjang yang terukur.







