Dari Dulu Hingga Kini, Karangsambung Tak Terpisahkan dari Geolog Indonesia: ITB Komitmen Lestarikan Warisan Bumi
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 20 Jul 2025
- visibility 567
- comment 0 komentar

Rektor ITB bersama Bupati Kebumen dan jajarannya melihat maket bentang alam Karangsambung. (Foto: Hari)
KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Kawasan bentang alam Karangsambung di Kabupaten Kebumen semakin mengukuhkan posisinya sebagai laboratorium geologi terlengkap di Indonesia, bahkan berpotensi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan dunia.
Hal ini ditegaskan dalam kunjungan bersejarah Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama jajaran akademisi terkemuka ke Kampus Geologi Karangsambung, Minggu 20 Juli 2025.

Kunjungan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (PPMI) Teknik Geologi ITB 2025 ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Lilis Nuryani, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Sekda Edi Rianto, serta Kepala Bapperida dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen.
Dari ITB, turut hadir Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT, Ketua Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung, serta 20 akademisi ahli dalam berbagai bidang geologi seperti geodinamika, sedimentologi, petrologi, volkanologi, geokimia, paleontologi, geologi kuarter, dan terapan.
Komitmen Panjang untuk Warisan Geologi
Kampus Geologi Karangsambung, yang diresmikan pada 13 Oktober 2024 oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, menjadi simbol komitmen panjang dalam melestarikan warisan geologi.
“Tidak ada satu pun geolog Indonesia yang tidak pernah ke Karangsambung,” ujar Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara.
Ia menambahkan bahwa Karangsambung telah menjadi kampus lapangan ITB sejak tahun 1964. Adapun fasilitas di kampus ini baru beroperasi penuh sejak Februari 2024, dan sejak saat itu, lebih dari 15.000 orang per tahun telah datang untuk belajar, dengan tren yang terus meningkat.
“Potensi untuk dipakai masih besar, dan di sini ada fasilitas auditorium, museum, dan kafetaria,” jelas Rektor Tatacipta.
Ia menekankan bahwa area ini, yang kini masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGGp) Kebumen, harus dilestarikan bersama melalui kolaborasi multi-pihak.
“Dari sisi keilmuan harus membawa manfaat bagi Kebumen, dan itu artinya tidak hanya urusan batuan, ada ilmu lain yang bisa mendukung. Ini perlu kerjasama,” tambahnya.
Manfaat untuk Masyarakat dan Kolaborasi Berkelanjutan
Baik Rektor ITB maupun Bupati Kebumen sepakat bahwa keberadaan Kampus Geologi Karangsambung harus membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami sangat berkepentingan bahwa keberadaan kampus dan geologi ini mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kebumen,” tegas Rektor ITB.
Sementara itu Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap kunjungan ini menjadi langkah awal kerjasama yang lebih erat.
“Semoga Karangsambung menjadi laboratorium geologi terlengkap dan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara hingga dunia. Kami berharap ITB sebagai mitra strategis kami dapat terus bersinergi,” kata Bupati Lilis, yang suaminya, Mohammad Yahya Fuad, juga merupakan alumni ITB angkatan 83.
Pemerintah Kabupaten Kebumen sendiri telah menerbitkan regulasi, termasuk Peraturan Bupati tentang tata kelola Geopark, dan membentuk Badan Pengelola Geopark untuk memperkuat koordinasi antar lembaga.
Secara kelembagaan, Kampus Geologi Karangsambung saat ini dikelola oleh Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung, meskipun sedang dalam proses pelimpahan ke ITB.
Tidak hanya mahasiswa ITB, kampus ini juga telah dimanfaatkan oleh sedikitnya 15 kampus lain, termasuk 30 mahasiswa Universitas Pattimura yang sedang belajar di sana saat kunjungan ini berlangsung.
YPG juga berencana membahas MoU dengan Pemkab Kebumen untuk berbagai hal, mulai dari konservasi, pemberdayaan masyarakat, hingga perencanaan pembangunan Kebumen.
“ITB sangat terbuka, ITB harus menjadi universitas yang bereputasi dunia tapi relevan dengan kemajuan bangsa. Itulah unggul dan berdampak, di sinilah tempatnya,” tutup Rektor ITB.
Warisan Geologi Karangsambung: Nilai Ilmiah, Pendidikan, dan Budaya
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin Sapiie dari kelompok keahlian Geodinamika dan Sedimentologi ITB memaparkan aspek-aspek utama dari Warisan Geologi (Geo heritage) Karangsambung.
Ia menjelaskan bahwa geo heritage meliputi batuan, mineral, fosil, dan bentuk morfologi unik yang esensial untuk memahami sejarah bumi.
Selain itu, Karangsambung memiliki nilai pendidikan sebagai sarana penelitian, pengajaran, dan peningkatan kesadaran publik mengenai geologi dan evolusi Bumi.
Bentang alamnya juga memiliki makna budaya dan estetika yang menjadi inspirasi bagi seni, cerita rakyat, dan tradisi. Pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ditekankan melalui penetapan sebagai taman geo, taman nasional, atau Situs Warisan Dunia UNESCO.
Acara kunjungan diakhiri dengan penyerahan cenderamata, dilanjutkan dengan tur ke area YPG Karangsambung dan kunjungan ke geosite. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar