Ascendia Goes to Office: Membuka Border antara Disabilitas dan Non Disabilitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 12 Sep 2019
- visibility 4.678
- comment 0 komentar

Para disabilitas binaan Ascendia Disabilitas Center praktik memijat karyawan di kantor Tradha Group. (Padmo-KebumenUpdate)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Saat jam istirahat siang, Rabu (11/9/2019) kantor pusat Tradha Group Gombong kedatangan sejumlah penyandang disabilitas. Para disabilitas netra tersebut merupakan binaan Ascendia Disabilitas Center yang telah mengikuti training memijat.
Setelah dinilai mahir dalam memijat, para disabilitas tersebut sudah melakukan praktik memijat dengan pendampingan instruktur. Salah satunya adalah dengan program Ascendia Goes to Office yang kunjungan perdananya dimulai dari kantor pusat Tradha Group.
Tampak para pegawai yang sedang istirahat siang menikmati pijatan para tunanetra tersebut. Sastro (61) salah satu karyawan Tradha mengaku nyaman dan rileks, tidak tegang setelah melakukan pekerjaan yang menumpuk. Dia pun mengapresiasi program pemberdayaan disabilitas dengan keterampilan memijat tersebut.
“Sebaiknya kunjungan ke kantor ini perlu dijadwalkan secara berkala,” ujar Sastro di sela-sela menikmati pijatan.
Baca Juga: Inspiratif, Begini Cara Ascendia Project Berdayakan Penyandang Disabilitas
Founder sekaligus CEO Ascendia Project, dokter Faiz Alauddien Reza Mardika mengatakan pihaknya mendirikan Ascendia Disabilitas Center, empat pilar yang diusung yakni pendidikan anak usia dini pada disabilitas, pengembangan bakat pada disabilitas, pengembangan ketrampilan, dan penciptaan lapangan pekerjaan bagi disabilitas.
“Lembaga ini dibentuk atas dasar permasalahan disabilitas yang ada di Kebumen. Karena jumlahnya cukup banyak mencapai 12.000 orang dan tidak berdaya sehingga tidak memiliki pekerjaan,” kata dokter Reza di sela-sela acara.
Ascendia Goes to Office merupakan program Ascendia untuk membuka border antara disabilitas dan non disabilitas. Dia membawa para disabilitas yang sudah dilatih untuk menunjukkan kemampuan mereka di ranah publik yang dilihat orang umum.
“Dengan harapannya masyarakat aware dan sadar bahwa ternyata disabilitas itu mampu melakukan hal-hal yang dilakukan orang non disabilitas. Sehingga kesadaran masyarakat lebih meningkat, lebih inklusif, dan teman-teman disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama di ranah publik,” ujar dokter Reza.












Saat ini belum ada komentar