Grebeg Suran Desa Tanggulangin, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi dan Nasi Tumpeng
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 21 Jul 2024
- visibility 1.034
- comment 0 komentar

Grebeg Suran Desa Tanggulangin: warga berebut gunungan hasil bumi. (Foto: Hari)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Dua minggu memasuki bulan Muharam dalam kalender hijriah atau biasa disebut bulan Sura/Suro oleh masyarakat Jawa, warga Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong memenuhi area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin untuk menyaksikan tradisi Grebeg Suran, Minggu 21 Juli 2024.
Acara diawali dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi, pasren/ krobongan/rumah joglo berisi nasi tumpeng lengkap dengan kepala kambing serta jajanan pasar. Tidak hanya itu, kirab juga diikuti delapan kuda yang ditunggangi oleh Camat Klirong Eko Purwanto, Kepala Desa Tanggulangin Kasimin, sekretaris desa, serta 5 kadus.
Baca juga: Ironi di Pesisir Tanggulangin: Dihijaukan Tapi Dieksploitasi

Grebeg Suran: pasren berisi nasi tumpeng, kepala kambing, dan jajanan pasar dibawa ke dermaga TPI Tanggulangin untuk dilarung. (Foto: Hari)
Menurut Kepala Desa Tanggulangin, Kasimin, kegiatan Grebeg Suran merupakan bentuk pelestarian tradisi. Selain itu juga bisa memberikan multiplier effect berupa perputaran ekonomi dikarenakan berkumpulnya orang seperti penjual makanan/minuman dan masyarakat umum.
“Alhamdulillah hari ini acara tahunan TPI Tanggulangin berjalan lancar berkat dukungan semua masyarakat. Mudah-mudahan membawa berkah bagi kita semua. Semoga petani, nelayan, dan seluruh warga kita sehat waras murah rejeki,” kata Kasimin.
Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi dan Pasren Nasi Tumpeng
Sementara itu Ketua Karang Taruna Gelora Samudera Desa Tanggulangin yang juga Kadus IV, Purwadi, menambahkan bahwa gunungan hasil bumi diletakkan di TPI Tanggulangin untuk diperebutkan oleh warga. Sementara pasren berisi nasi tumpeng, kepala kambing, dan jajanan pasar dilarung ke dermaga.
“Malamnya ada wayang kulit oleh Dalang Subur. Filosofinya biar Desa Tanggulangin subur makmur. Baik itu hasil buminya, tangkapan ikannya, dan pendapatan warga desanya. Juga untuk menuju desa yang gemah ripah loh jinawi,” kata Purwadi.
Dari pengamatan di dermaga TPI Tanggulangin, pasren berisi nasi tumpeng, kepala kambing, dan jajanan pasar yang sedianya akan dilarung akhirnya direbutkan (kepungan) oleh warga yang sudah menunggu sejak lama. Hal ini juga disebabkan kondisi air sungai yang sedang surut sehingga perahu mengalami kesulitan untuk berlayar.








Saat ini belum ada komentar