

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Hujan deras tak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 SMK Wongsorejo Gombong, Sabtu malam 2 Agustus 2025. Pertunjukan yang menampilkan Ki Dalang Eko Suwaryo dengan lakon “Lahirnya Wisanggeni” ini menjadi puncak perayaan HUT emas sekolah tersebut.
Acara ini dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, perwakilan yayasan Wongsorejo, alumni lintas angkatan, serta masyarakat dan pecinta wayang kulit.
Kepala SMK Wongsorejo Gombong, Ari Kusworo SKom MCs, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan semangat masyarakat walaupun turun hujan cukup deras.
“Tema acara kita adalah 50 tahun mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa’,” ujar Ari.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk nguri-uri budaya atau melestarikan budaya lokal. Ari Kusworo juga menjelaskan bahwa saat ini SMK Wongsorejo memiliki 1.732 siswa.
“Kami berharap mereka semua bisa menjadi generasi yang membanggakan,” katanya.
Sementara itu Bupati Lilis Nuryani dalam sambutannya merasa takjub melihat semangat penonton yang tetap setia meskipun hujan.
“Ya Allah, hujan-hujan tapi masih semangat,” ucap Bupati Lilis dari atas panggung yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Tak lupa Bupati Lilis menyampaikan selamat atas HUT ke-50 SMK Wongsorejo yang dinilainya luar biasa. Ia mengapresiasi keberagaman kegiatan yang digelar sekolah, dari sebelumnya selawatan hingga kini pagelaran wayang kulit.
“Banyak generasi muda yang dididik dan dipersiapkan SMK Wongsorejo untuk menjadi insan yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan ini, Bupati Lilis menegaskan komitmen Pemkab Kebumen dalam mendukung kemajuan pendidikan kejuruan.
“Kami menyadari pendidikan adalah investasi masa depan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, berbagai program diarahkan untuk memperkuat kualitas sekolah, kemitraan dengan dunia usaha, dan pemerataan akses pendidikan.
Di akhir sambutannya, Bupati Lilis menekankan bahwa pagelaran wayang kulit ini adalah simbol bagaimana pendidikan dan budaya bisa saling menguatkan. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati juga memberikan saweran kepada Ki Dalang Eko Suwaryo.
Suka menulis, membaca dan berpetualang.