Breaking News
light_mode
Beranda » Entertainment » Cerita Pendek: Koh Tsun

Cerita Pendek: Koh Tsun

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
  • visibility 2.880
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Setelah Koh Tsun hilang di antara gugusan jati mereka menjadi murung. Anak-anak itu seperti kehilangan prenjak yang baru diberikan orang tuanya. Keriangan mereka sirna berganti dengan duka panjang. Mereka ingin bertemu Koh Tsun.

***

Purnama menggantung sempurna di pucuk perbukitan Ramelo. Orang-orang menikmatinya dengan duduk di halaman. Seekor anjing meloncat oleh kagetan anak-anak yang bermain grobak sodor sehingga menumpahkan air dalam ember.

Mereka resapi desiran angin sambil menerawang sinar bulan yang menerobos gugusan jati yang bersinar keperakan. Namun yang pasti, ketika purnama datang serta merta kedatangan Koh Tsun tinggal beberapa hari saja. Orang-orang menghitung hari, sampai yang dinanti datang menghampiri.

Senja mulai menyelimuti lereng Ramelo. Seperti bisanya, ternak-ternak sudah dimasukkan. Asap rumput yang terbakar membumbung putih dari atap rumbia. Bau asap itu mengusir nyamuk-nyamuk yang bersarang di sekitar kandang. Orang-orang Parangan duduk di serambi. Mereka saling bercanda dan yang penting menunggu kedatangan Koh Tsun.

Senja telah beranjak. Cleret merah di atas bumbungan rumah berlahan mulai sirna. Malam berjelaga. Orang-orang Parangan mulai gelisah. Jerit anak-anak digantikan gangsir, jangkrik, dan kepak codot bersahutan menyambar-nyambar di atas pohon jambu kluthuk. Orang-orang masih berkerumun di perempatan. Semakin lama semakin banyak. Hanya untuk satu pertanyaan; Koh Tsun sudah datang?

“Aku ingin beli salep,”
“Aku jamu pegel linu,”
“Saya hanya ingin dengar ia menyanyi lagu China,”

Anak-anak mulai menangis. Mereka menjerit minta untuk ditemukan Koh Tsun. Kalau perlu disusul ke kota. Para orang tua panik. Harus dicari ke mana, rumahnya saja mereka tidak tahu, apalagi asal-usulnya.

Malam telah digantikan pagi. Kokok ayam mengiringi fajar merah yang mulai merekah. Namun Koh Tsun belum juga datang. Orang-orang Parangan masih dalam keterjagaan. Ada menelusuri hutan, mencari Koh Tsun sampai dukuh seberang. Sampai berhari-hari mereka mencari, namun tak ada hasil. Koh Tsun seperti ditelan bumi. Hilang entah ke mana. Tak ada yang tahu hingga mereka sampai di ujung putus asa.

Bulan dan matahari saling berkejaran. Tak pernah sekalipun keduanya bertemu di atas bukit Ramelo. Beberapa purnama telah berganti. Begitu lama menanti kedatangan Koh Tsun. Sampai sekarang mereka selalu berkumpul setiap bulan sabit membentuk celeret merah. Mereka masih menanti, berharap suatu saat Koh Tsun datang kembali. Untuk mengobati kerinduan, orang-orang dukuh Parangan mendongengi anak-anaknya.

Koh Tsun memang begitu. Walaupun beraneka pakaian bagus ia punya, Koh Tsun lebih suka memilih corak yang itu-itu saja. Ia sering memakai celana bahan dengan stelan hem putih kecoklatan yang kerahnya sudah tambalan. Beberapa sisi celananya ia biarkan mengaga. Kalau diingatkan ia hanya tersenyum dan buru-buru mengalihkan pembicaraan.

Lalu jerit tangis anak-anak dusun Parangan terdengar berderai, mengakhiri cerita tentang Koh Tsun dari para orangtua.

Magelang, 2007

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beberapa Dokumentasi Moro Soetta Festival yang Menyita Perhatian Masyarakat

    Beberapa Dokumentasi Moro Soetta Festival yang Menyita Perhatian Masyarakat

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.481
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Puncak acara Moro Soetta Festival yang berlangsung Sabtu malam, 25 Februari 2023 berhasil menyita perhatian masyarakat khususnya warga Kebumen. Meskipun pada siang hari hujan sempat mengguyur, namun tidak mengurangi antusiasme warga. Mulai sore hari saat acara gladi bersih maupun check sound, sudah terlihat keramaian warga mendatangi lokasi acara yang dipusatkan di area […]

  • Polres Kebumen Gelar Ujian Beladiri Polri (BDP) Periodik

    Polres Kebumen Gelar Ujian Beladiri Polri (BDP) Periodik

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Jenis Ujian Di antaranya teknik dasar beladiri, teknik beladiri tanpa alat, dan teknik beladiri dengan alat atau melawan tanpa alat. Masing-masing materi ujian akan dinilai oleh panitia sesuai kesempurnaan gerakan saat diuji. Kompol Muhammad Nurkholis menambahkan, ujian beladiri Polri bertujuan untuk optimalisasi pemeliharaan peningkatan kemampuan beladiri personel untuk menunjang penugasan. “Tugas Polri sebagai pelindung, pengayom […]

  • Tagline Kebumen Semarak dan Pemberian Nama Alun-alun Pancasila, Ini Penjelasannya

    Tagline Kebumen Semarak dan Pemberian Nama Alun-alun Pancasila, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sen, 25 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 15.066
    • 0Komentar

    Nilai Historis  Sementara itu mengenai pemberian nama Alun-alun Pancasila, bupati menjelaskan hal itu didasarkan pada sejarah di mana pada masa kemerdekaan, masyarakat tumpah ruah di Alun-alun Kebumen. “Masyarakat saat itu masih bertanya-tanya atau belum berani untuk mengutarakan bahwa sudah merdeka. Tapi para pemuda berkumpul di Alun-alun Kebumen pada tanggal 28 Agustus, mengambil kendaraan milik Belanda […]

  • Tanggul Laut

    Terintegrasi Giant Sea Wall, Tol Kaligawe–Sayung Rp10,9 T Ditarget Atasi Rob dan Banjir Semarang-Demak

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.546
    • 0Komentar

    SEMARANG (Kebumenupdate.com) – Proyek Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung) sepanjang 10,63 kilometer yang terintegrasi dengan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut kini tengah dikebut. Dengan anggaran sebesar Rp10,9 triliun, proyek ini diyakini menjadi solusi permanen penanggulangan rob dan banjir di wilayah pesisir Kota Semarang hingga Kecamatan Sayung, Demak. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan […]

  • Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen: Upacara Adat, Tarian Kolosal 397 Penari, hingga 3.000 Porsi Nasi Tempelang

    Hari Jadi ke-397 Kabupaten Kebumen: Upacara Adat, Tarian Kolosal 397 Penari, hingga 3.000 Porsi Nasi Tempelang

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 609
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kabupaten Kebumen memperingati Hari Jadi ke-397 dengan khidmat dan meriah pada Jumat, 21 Agustus 2026. Upacara peringatan yang digelar di halaman Pendopo Kabumian berlangsung kental dalam nuansa adat Jawa, mulai dari busana tradisional yang dikenakan peserta hingga penggunaan pengantar bahasa Jawa dalam sambutan resmi. Suasana tradisional semakin terasa dengan hiasan penjor atau […]

  • Cegah Abrasi, 500 Pohon Mangrove Ditanam di Bantaran Kali Ijo Ayah

    Cegah Abrasi, 500 Pohon Mangrove Ditanam di Bantaran Kali Ijo Ayah

    • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Stakeholder dan Instansi Kemaritiman bersama Muspika Ayah, termasuk Polres Kebumen serta SMA Negeri 1 Ayah melakukan penanaman 500 bibit pohon mangrove di sepanjang muara Kali Ijo untuk meminimalkan abrasi, Jumat 17 Maret 2023. Hal itu berdasarkan kekhawatiran jika terjadi rob pasang air laut, Desa Candirenggo bisa menjadi yang paling terdampak. Yang paling […]

expand_less