Regresi Demokrasi: Analisis Kritis Fenomenologi Pemilihan Eksekutif oleh Legislatif di Indonesia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 21 Des 2024
- visibility 2.139
- comment 0 komentar

Bung Kafi. (Ft. Dok. Pribadi)
Untuk mempertahankan demokrasinya, Indonesia harus: Pertama, Menjaga sistem pemilihan langsung sebagai bentuk nyata dari kedaulatan rakyat. Selain lebih demokratis, pemilihan langsung memberikan legitimasi yang kuat bagi pemimpin terpilih. Kedua, Memperbaiki sistem pemilu, termasuk meningkatkan pengawasan terhadap korupsi dan praktik politik uang.
Ketiga, Meningkatkan pendidikan politik masyarakat untuk membantu rakyat membuat pilihan yang lebih rasional dan bertanggung jawab, termasuk reformasi kelembagaan seperti meningkatkan peran Bawaslu, dapat membantu memastikan pemilu yang lebih bersih. Pendidikan politik yang baik akan meningkatkan kesadaran rakyat akan hak-hak mereka sebagai warga negara. Keempat, Meningkatkan transparansi proses politik, baik dalam mekanisme pemilihan langsung maupun mekanisme lainnya, untuk memastikan bahwa publik dapat melihat setiap tahapan proses pemilu.
Demokrasi Indonesia adalah hasil perjuangan panjang rakyat setelah berakhirnya Orde Baru. Langkah mundur dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah ke legislatif berisiko mengulang kesalahan masa lalu dan merusak harapan akan masa depan politik yang lebih inklusif dan partisipatif. Sebuah demokrasi yang kuat membutuhkan komitmen terhadap prinsip-prinsip dasar yang melibatkan rakyat secara langsung dalam proses politik, menurut Huntington (1991). Oleh karena itu, mempertahankan sistem pemilihan langsung adalah langkah penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia.
Penulis: Bung Kafi, Alumni Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Kader NU dan Kader PDI Perjuangan







Saat ini belum ada komentar