Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Regresi Demokrasi: Analisis Kritis Fenomenologi Pemilihan Eksekutif oleh Legislatif di Indonesia

Regresi Demokrasi: Analisis Kritis Fenomenologi Pemilihan Eksekutif oleh Legislatif di Indonesia

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 21 Des 2024
  • visibility 2.302
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SALAH satu pencapaian demokrasi Indonesia pasca-reformasi adalah pelaksanaan pemilihan rakyat secara langsung untuk kepala daerah seperti bupati, walikota, dan gubernur. Sistem ini bertujuan untuk mendekatkan kedaulatan rakyat dengan proses politik, memungkinkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan lokal. Namun, wacana untuk mengembalikan proses pemilihan ini ke legislatif, baik di DPR tingkat I maupun tingkat II, telah menimbulkan perdebatan yang serius.

Langkah ini dipandang oleh banyak orang sebagai kemunduran dari praktik politik sentralistik yang ciri khas Era Baru (Hadiz, 2010). Ketika keputusan legislatif menggantikan demokrasi langsung, rakyat kehilangan hak mereka untuk memilih langsung pemimpin mereka. Pendekatan kritis fenomenologi Edmund Husserl membantu kita mengupas masalah ini secara menyeluruh. Metode ini memungkinkan kita menemukan esensi dengan melihat di balik fenomena permukaan.

Landasan Teori: Fenomenologi Edmund Husserl

Fenomenologi adalah studi tentang pengalaman sadar yang berfokus pada cara fenomena muncul dalam kesadaran manusia. Menurut Moralan (2000), pendekatan ini melibatkan Epoché atau reduksi fenomenologis. Dalam pendekatan ini, semua asumsi, prasangka, dan keyakinan yang berkaitan dengan pengalaman dihilangkan untuk mengungkap esensi asli dari fenomena tersebut. Fenomenologi menjadi penting dalam konteks politik untuk memahami pengalaman demokrasi, terutama ketika mekanisme dasar berubah, seperti pemilihan legislatif untuk kepala daerah.

Prinsip Intentionalitas, yang menyatakan bahwa kesadaran selalu diarahkan pada sesuatu, adalah salah satu ide penting dari Husserl. Dalam hal pemilihan kepala daerah yang dilakukan oleh legislatif, kita dapat melihat bagaimana tindakan legislatif tidak sepenuhnya netral, tetapi diarahkan oleh niat tertentu. Fenomenologi membantu menggali dorongan bawah tanah di balik tindakan.

Analisa Fenomenologi Edmund Husserl

Pertama, Pengalaman Historis: Paralel dengan Politik Orde Baru. Pada masa Orde Baru, pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD; pada praktiknya, pemerintah pusat mengontrolnya melalui pengaruh militer dan kontrol partai dominan (Robison & Hadiz, 2004). Proses ini tidak pernah benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat; sebaliknya, itu berfungsi sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan segelintir individu yang berkuasa di pemerintahan.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Deretan Fasilitas Baru yang Bakal Ada di Stadion Chandradimuka

    Ini Deretan Fasilitas Baru yang Bakal Ada di Stadion Chandradimuka

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 594
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dua hari pasca peletakan batu pertama revitalisasi Stadion Chandradimuka, Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan pembangunan fasilitas olahraga dan publik berjalan tepat waktu serta tepat mutu, Jumat 17 Juli 2026. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Edi Rianto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, Kepala Disdikpora Agus […]

  • Peringati HUT ke-73 Humas Polri, Polres Kebumen Gelar Aksi Donor Darah

    Peringati HUT ke-73 Humas Polri, Polres Kebumen Gelar Aksi Donor Darah

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Humas Polri, Polres Kebumen menggelar kegiatan donor darah di tiga lokasi yakni di ruang rapat utama (Rupatama) Gedung Tribrata Polres Kebumen, Desa Jintung Kecamatan Ayah, dan di Kantor PMI Kebumen, Selasa 29 Oktober 2024. Adapun tujuan kegiatan donor darah sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan stok darah […]

  • Tingkatkan Pelayanan PBG/SLF, Dinas PUPR Kebumen Launching Gerdu Terbang

    Tingkatkan Pelayanan PBG/SLF, Dinas PUPR Kebumen Launching Gerdu Terbang

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.220
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas PUPR Kabupaten Kebumen melaunching Gerdu Terbang (Gerakan Mendukung Tertib Bangunan Gedung) untuk optimalisasi penyelenggaraan bangunan gedung di wilayah Kebumen. Kepala Dinas PUPR Kebumen Joni Hernawan mengatakan, gerakan ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya keandalan sebuah bangunan gedung untuk bisa ditempati. Sebab diakui masih sedikit bangunan gedung di Kabupaten […]

  • Generasi Millenial

    Pentingnya Memperkuat Karakter Generasi Millenial untuk Hadapi Perubahan Global

    • calendar_month Sen, 13 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.429
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berlangsungnya revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menghilangkan batas wilayah dan mengubah masyarakat secara dinamis. Hal ini membuat generasi saat ini memiliki tantangan identitas bangsa yang cukup besar. Teknologi komunikasi dan informasi mengubah perang konvensional menjadi perang modern, menggunakan teknologi, media massa, cyber war. Yakni perang mengubah pola […]

  • Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)

    Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.457
    • 0Komentar

    MENDENGAR atau menyebut nama Bukit Pranji, ingatan terbawa ke masa sekolah dulu. Rentang waktu 2005-2007 di mana sering sekali ke bukit ini. Bersama teman-teman sehobi di sekolah baik dalam rangka survei jalur untuk kegiatan, atau sekadar menghabiskan akhir pekan di luar rumah. Pada saat itu saya dan teman-teman lebih sering naik angkutan desa untuk menuju […]

  • Batuk Pilek

    Mengapa Batuk Pilek Sering Muncul Saat Musim Pancaroba? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 541
    • 0Komentar

    PERALIHAN musim dari penghujan ke kemarau dikenal sebagai musim pancaroba, dan sering kali bikin tubuh jadi “rewel.” Salah satu keluhan yang paling umum? Batuk dan pilek. Tapi, kenapa sih kondisi ini sering kambuh justru di saat cuaca berubah? Berikut penjelasan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Gorontalo pafigorontalokota.org mengenai hal tersebut.  Sistem Imun Jadi Gampang […]

expand_less