Perubahan Gaya Hidup Selama Pandemi Berpotensi Tingkatkan Risiko Obesitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 6 Nov 2021
- visibility 10.591
- comment 0 komentar

Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ 2021. (Foto: Istimewa)
Nutrifood Gandeng Kemenkes dan Badan POM Edukasi Masyarakat
JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Perubahan gaya hidup selama pandemi seperti konsumsi gula berlebih dan berkurangnya aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Obesitas memiliki risiko prediabetes dan diabetes dimana hampir 90% orang dengan diabetes tipe 2 ternyata mengalami masalah kelebihan berat
badan atau obesitas.
Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI dr Elvieda Sariwati MEpid mengungkapkan prevalensi diabetes di tingkat nasional menunjukkan dari 6,9%
pada 2013, menjadi 8,5% pada 2018 dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Masih merujuk data yang sama tingkat obesitas pada orang dewasa meningkat menjadi 21,8 persen dan prevalensi berat badan berlebih juga meningkat dari 11,5 persen di 2013 ke 13,6 persen di 2018.
Diabetes dapat menjadi jalan pintas penyakit-penyakit tidak menular lainnya seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan syaraf. Dari 10-15 tahun sejak awal terdiagnosa, prevalensi semua komplikasi ini akan meningkat tajam.
Tak hanya itu, diabetes juga menjadi salah satu faktor komorbid yang berkaitan dengan peningkatkan tingkat keparahan COVID-19. Pencegahan sedini mungkin adalah solusi terbaik agar terhindar dari dampak fatal diabetes. Terapkan perilaku hidup sehat dengan menjalani Germas dan Cerdik.
“Kuatkan komitmen untuk menjaga pola makan yang bergizi dan perhatikan asupan gula sehari-hari,
rutin beraktivita fisik, dan jangan ragu untuk segera periksakan diri ketika muncul gejala awal,” ujar Elvieda Sariwati saat Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ 2021.









Saat ini belum ada komentar