Perubahan Gaya Hidup Selama Pandemi Berpotensi Tingkatkan Risiko Obesitas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 6 Nov 2021
- visibility 10.593
- comment 0 komentar

Festival Komunitas ‘Beat Obesity’ 2021. (Foto: Istimewa)
Selain itu, masyarakat juga secara rutin perlu melakukan pengukuran berat badan untuk mengetahui
apakah berat badan mereka termasuk kategori normal atau overweight dan bahkan obesitas. Cara
pengukurannya dengan metode perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu jumlah berat badan (dalam
kilogram) dibagi tinggi badan (dalam meter) kuadrat. Berdasarkan World Health Organization, untuk orang
Asia, apabila hasil BMI-nya di bawah 18,5 maka tergolong kurus, sementara BMI 18,5-22,9 termasuk kategori
normal.
“Masyarakat perlu lebih waspada apabila hasil BMI mencapai angka 23,0-24,9 karena sudah termasuk overweight, 25-29,9 termasuk kategori obesitas tingkat I, dan ≥30 dinyatakan obesitas tingkat II,”
jelas dr Marya.
Konsumsi Ideal Gula dan Garam dalam Sehari
Yusra Egayanti SSi Apt MP Koordinator Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Badan POM mengatakan, cermat membaca label kemasan pangan olahan dapat membantu lebih bijak dalam
konsumsi gula dan terhindar dari risiko obesitas. Masyarakat harus selalu memperhatikan empat informasi
nilai gizi dalam label kemasan yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi (seperti lemak,
lemak jenuh, protein, garam/natrium, dan karbohidrat (termasuk gula)) dan persentase AKG (Angka
Kecukupan Gizi) per sajian.
“Idealnya, dalam sehari, masyarakat dapat mengonsumsi tidak lebih dari, gula sebanyak 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan, garam sebanyak 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh, dan lemak total sebanyak 67 gram atau 5 sendok makan,” ujarnya.
Susana STP MSc PD Eng Head of Strategic Marketing Nutrifood menyatakan bahwa Nutrifood selama lebih dari 42 tahun berkomitmen untuk menginspirasi masyarakat Indonesia untuk implementasikan gaya hidup sehat terlebih di masa pandemi saat ini. Untuk itu, pihaknya menyadari pentingnya komitmen yang berkelanjutan dan kolaborasi bersama mitra strategis seperti Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI.
“Sejak 2013, kami secara konsisten mengedukasi tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat melalui kampanye Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak serta Baca Label Kemasan. Kami berharap melalui Festival Komunitas Beat Obesity hari ini dapat memperluas wawasan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, komunitas kuliner dan kesehatan, serta masyarakat umum tentang pentingnya batasan konsumsi gula untuk membantu mereka terhindar dari risiko obesitas dan diabetes,” katanya.
Program Hidup Sehat dan Penurunan Berat Badan

Pola makan sehat, atur konsumsi gula, garam dan lemak. (Foto: Istimewa)
Susana menambahkan, komitmen Nutrifood dalam mengedukasi hidup sehat juga menerapkan bagi karyawan. Nutrifood mengadakan program Beat Obesity untuk membantu karyawan dengan status overweight dan obesitas menjalani program hidup sehat dan penurunan berat badan. Berlangsung sejak Maret hingga September 2021 (6 bulan).
Program ini diikuti oleh 132 karyawan yang ingin menurunkan berat badannya. Karena pandemi, hampir seluruh program pendampingan diadakan secara virtual, yang terdiri dari medical check up, survei kebiasaan hidup sehat dan pembentukan support group, serta berbagai aktivitas olahraga secara mandiri maupun kelas virtual, edukasi kesehatan, penyediaan makan siang khusus bagi karyawan yang berlokasi di pabrik, dan konsultasi kesehatan dengan dokter.
“Setelah menjalani program ini selama enam bulan, hampir 80 persen peserta program ini mengalami penurunan berat badan rata-rata 4,5 kg. Sebagian di antaranya bahkan mengalami penurunan lebih dari 10 kg berat badan. Meskipun program ini masih belum sempurna, kami senang dapat memberikan manfaat untuk mendukung karyawan kami menjadi lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga,” tutup Susana.









Saat ini belum ada komentar