Mengenal Cowongan Kebumen, Atraksi Kesenian yang Tergerus Zaman
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 28 Jul 2024
- visibility 3.616
- comment 0 komentar

Cowongan Kebumen dipentaskan oleh grup Cowong Bolosewu. (Foto: Hari)
Adapun cowongan dihias sedemikian rupa hingga mirip dengan wajah manusia. Lengkap dengan pakaian dan selendangnya yang menjulur ke belakang.
“Dari kisah yang dulu mengalaminya, siwur diambil malam hari sehingga tidak diketahui oleh pemilik. Siwur dilukis dan digambar lalu diinapkan di pemakaman atau kuburan.
Mitos Cowongan
Saya masih ingat di belakang SD Wonosari 2 Kebumen sana ada sebuah kuburan, diinapkan selama tiga hari. Setelahnya, menjelang waktu pertunjukan maka siwur diambil lalu dibawa ke tempat pemain cowong,” lanjut anggota grup Cowong Bolosewu Kebumen tersebut.
Dengan adanya pementasan cowongan ini, narator berpendapat sebagai upaya nguri-nguri (melestarikan) tradisi yang ada di Kebumen.
“Atraksi cowongan yang sudah tergerus zaman akan diberi sentuhan magic dan dimainkan oleh rekan saya dari grup Cowong Bolosewu yang beralamat di Desa Wonosari Kebumen, selamat menyaksikan,” lanjutnya.







Saat ini belum ada komentar