Kualitas Hidup Rendah, Ibu Remaja Rentan Depresi Pasca Melahirkan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 24 Okt 2022
- visibility 3.986
- comment 0 komentar

Wulan Rahmadhani SST MMR Dr PH memyampaikan orasi ilmiah. (Foto: Dok. Unimugo)
Beberapa penelitian juga mengemukakan bahwa depresi postpartum bervariasi di setiap daerah penelitian. Depresi postpartum di Belanda sekitar 2%-10%, di Amerika Serikat 8%-26%, di Kanada 50%-70%. Depresi postpartum ringan sampai berat di Taiwan sebesar 13%-40%.
Di berbagai negara dilaporkan bahwa terdapat 50-80 % ibu yang baru pertama kali melahirkan mengalami depresi postpartum.
Di Indonesia dilaporkan prevalensi postpartum depression sebesar 61% dan terjadi pada ibu dengan umur saat hamil <20 tahun. Pada penelitian yang telah dilakukan pada 520 ibu hamil berumur <20 tahun di tiga kabupaten di wilayah provinsi Jawa Tengah didapatkan 60.58% ibu mengalami depresi postpartum, dan hampir separuh (45.38%) dari ibu yang mengalami depresi postpartum tersebut mempunyai kualitas hidup yang rendah.
Kualitas hidup yang rendah menjadi faktor yang berhubungan langsung pada kejadian depresi postpartum. Seorang wanita yang memiliki kualitas hidup rendah lima kali lebih rentan terkena depresi postpastum. Kualitas hidup ternyata berpengaruh kuat lima kali lebih terhadap adanya perubahan mood pada wanita saat masa nifas, yang kemudian dapat menyebabkan depresi postpartum.
Faktor lain yang ditemukan yaitu ketidakpuasan terhadap jenis kelamin bayi. Ibu yang tidak puas terhadap jenis kelamin bayi dua kali lebih rentan terkena depresi postpartum.







Saat ini belum ada komentar