Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Jokowi, OCCRP, dan Kebenaran yang Tertunda

Jokowi, OCCRP, dan Kebenaran yang Tertunda

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
  • visibility 2.730
  • comment 0 komentar

Langkah ini menunjukkan keberanian PDI Perjuangan dalam mempertahankan prinsip perjuangan partai. Diakui atau tidak pasca pisah ranjang ideologi antara Jokowi dan PDI Perjuangan, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai yang sangat kritis terhadap pemerintah hingga akhir jabatan Jokowi. Selama ini, kritik PDI Perjuangan terhadap Jokowi kerap diabaikan atau dianggap sebagai retorika politik belaka. Namun, masuknya Jokowi dalam daftar OCCRP memberikan legitimasi atas tuduhan-tuduhan partai terhadapnya. Dengan kata lain, opini internasional ini menjadi bukti bahwa kritik PDI Perjuangan bukan sekadar isu internal, melainkan representasi dari kebenaran yang tertunda senada dengan tagline PDI Perjuangan dalam musim politik Satyam Eva Jayate yang artinya Kebenaran pasti akan menang.

Implikasi Wacana Representasi dalam Politik Global dan Lokal

Representasi Jokowi dalam wacana global sebagai simbol korupsi sistemik memiliki beberapa implikasi penting:

Pertama, persepsi Internasional tentang Indonesia Nama Jokowi dalam daftar OCCRP dapat memengaruhi citra Indonesia di mata dunia, memperkuat persepsi bahwa negara ini masih bergulat dengan masalah korupsi dan oligarki. Hal ini dapat memengaruhi hubungan diplomatik dan investasi internasional. Akhirnya Presiden Prabowolah yang mendapatkan pil pahit atas prilaku jokowi selama 10 tahun terakhir, yang seharusnya Prabowo bisa gaspol Bangun Negeri kini berpotensi akan terhambat atas kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

Kedua, refleksi terhadap Tata Kelola Nasional Kritik OCCRP memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk merefleksikan kelemahan dalam tata kelola pemerintahan. Penegakan hukum yang tegas terhadap kasus korupsi dan manipulasi politik harus menjadi prioritas utama untuk memperbaiki citra negara. Upaya penyelamatan negara hari ini harus dimulai dari penguasanya sendiri, kendatipun misalnya Gibran terpilih menjadi Wakil Presiden dengan melanggar UU, nah harus mampu keluar dari kedaan ini guna melihat dan merumuskan langkah strategis apa dan bagaimana pemerintah dan seluruh steak holder demi menyelamatkan negara dari bahaya sisi gelab kekuasaan, manipulasi, nan eksploitasi.

Ketiga, penguatan Demokrasi dan Transparansi Manipulasi pilkada dan pelanggaran hukum dalam pencalonan politik menunjukkan perlunya reformasi mendalam dalam sistem pemilu. Pemerintah dan partai politik harus memastikan bahwa demokrasi dijalankan secara transparan dan adil. Partai politik sebagai pilar demokrasi harus kembali kepada khitahnya, harus mampu menjaga keseimbangan pragmtisme dan kritisisme, berkompetisi secara kompetitif meletakan kepentingan bangsa diatas kepentingan apapun.

Masuknya Joko Widodo dalam daftar finalis OCCRP 2024 bukanlah sekadar kritik personal, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik dalam tata kelola pemerintahan. Dari pelanggaran hukum pada pencalonan Gibran, dugaan korupsi yang melibatkan anggota keluarganya, hingga manipulasi pilkada 2024. Semua ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh oligarki dalam struktur politik Indonesia. Sikap tegas PDI Perjuangan dalam menggugat praktik-praktik ini menjadi penyeimbang yang penting untuk menjaga integritas demokrasi.

Sebagai bangsa, Indonesia harus memanfaatkan kritik ini sebagai momentum untuk memperbaiki sistem politik dan hukum yang selama ini cenderung dimanfaatkan oleh segelintir elit. Hanya dengan komitmen terhadap reformasi dan akuntabilitas, Indonesia dapat keluar dari bayang-bayang korupsi sistemik dan mewujudkan demokrasi yang sehat dan inklusif. Dengan demikian, apa yang disampaikan PDI Perjuangan selama ini terbukti benar. Kritik terhadap Jokowi bukan hanya tentang kekecewaan internal, tetapi juga tentang upaya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas bagi masa depan bangsa.

Penulis: Shohibul Kafi SFil, Alumnus S1 Universitas Islam Negeri (UIN)  Sunan Kalijaga Yogyakarta,  S2 UIN Sunan Kalijaga (tidak selesai).

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pilkades Serentak di 49 Desa, Pemkab Siapkan Anggaran 1,2 Miliar

    Jelang Pilkades Serentak di 49 Desa, Pemkab Siapkan Anggaran 1,2 Miliar

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.722
    • 0Komentar

    Besaran Anggaran Cokro kembali menyebut, anggaran Pilkades berasal dari APBD (Bankeu) berjumlah Rp1.209.000.000. Besaran Belanja Bantuan Keuangan tersebut ditentukan sebagai berikut: Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir kurang dari 1.000 mendapat Rp21.000.000. Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir antara 1.000 sampai dengan 3.000 orang mendapat Rp24.000.000 Desa dengan jumlah DPT Pemilihan Umum terakhir […]

  • Kepala Sekolah

    Atasi Kekosongan, Bupati Lantik 242 Kepala Sekolah pada Peringatan Hardiknas

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.193
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pemkab Kebumen resmi melantik dan mengambil sumpah janji bagi 242 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi penugasan sebagai kepala sekolah. Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Pendopo Kabumian pada Sabtu, 2 Mei 2026. Adapun rincian pejabat yang dilantik meliputi 125 […]

  • Balita di Tanuraksan Hanyut di Saluran Irigasi, Begini Nasibnya

    Balita di Tanuraksan Hanyut di Saluran Irigasi, Begini Nasibnya

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.037
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Bocah balita tenggelam dan hanyut terbawa arus di saluran irigasi di Kampung Tanuraksan, Desa Gemeksekti, Kebumen, Selasa (2/7) sekitar pukul 10.15 wib.  Korban diketahui bernama Zaki Amrullah (4) warga RT 07 RW 01 desa setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Sunarko (42) warga setempat. Saat itu Sunarko sedang duduk di bangku […]

  • Ceburu

    Cemburu Istri Digoda? Pria Ini Sabet Tetangganya dengan Sabit

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Diduga karena cemburu buta, seorang pria berinisial HE (50) warga Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kebumen menganiaya tetangganya sendiri. Nyawa korban masih bisa diselamatkan. Korban SL (42), mengalami luka cukup serius di bagian kepala setelah ditebas menggunakan sabit oleh tersangka. Cemburu Menduga Istrinya Digoda Korban Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menyampaikan bahwa […]

  • Rotasi Camat

    Bupati Kebumen Rotasi Camat, Berikut Daftarnya

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.867
    • 0Komentar

    Jalankan Amanah Menurut Bupati, jabatan merupakan amanah dari negara. Penentuan posisi untuk memegang jabatan sudah melalui pertimbangan yang matang. Para pejabat memegang tanggungjawab negara yang sangat penting. Karena itu, Bupati minta pejabat yang baru agar mampu menjalanan amanah dengan penuh perhatian, komitmen dan rasa tanggungjawab yang tinggi. “Saya percaya bapak-bapak dan ibu-ibu bisa menjalankan amanah […]

  • PT BPR BKK Kebumen

    BPR BKK Kebumen Bukukan Laba Rp 17,3 Miliar, Kredit Macet Turun

    • calendar_month Rab, 17 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.911
    • 0Komentar

    Sudiharto menyebut total nasabah BPR BKK Kebumen saat ini mencapai 85.121 orang, terus mengalami kenaikan. Dia meminta masyarakat tidak ragu bertransaksi di BPR BKK Kebumen. Karena lembaga keuangan ini adalah milik Pemprov dan Pemda, nasabah sudah dijamin LPS. “Jadi jangan khawatir dan ragu, kalau BPR BKK bangkrut pasti pemerintah menjamin dan LPS akan mengganti. Terus […]

expand_less