Cerita Pendek: Secarik Kertas di Meja 12
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 10 Mar 2025
- visibility 1.528
- comment 0 komentar

Ilustrasi by AI
Aku mulai berpikir, bagaimana kalau aku membalasnya? Aku bisa meninggalkan secarik kertas juga, menulis sesuatu yang cukup simpel tapi memberi sinyal bahwa aku sadar akan keberadaannya.
“Halo. Aku di sini.”
Tapi aku ragu. Bagaimana kalau ini bukan buat aku? Bagaimana kalau aku cuma salah paham?
Aku menatap secarik kertas itu cukup lama, mencoba mencari jawaban. Hingga akhirnya, aku memilih tidak menulis balasan apa pun.
Aku hanya tersenyum kecil, melipat kertas itu, dan memasukkannya ke dalam sakuku.
Mungkin, lain kali, aku akan membiarkan dia yang lebih dulu mengucapkan halo.
Sejak hari itu, aku tetap duduk di meja nomor 12, tapi secarik kertas itu tak pernah muncul lagi. Aku tidak tahu apakah dia tahu aku menemukannya, atau dia sudah menyerah menunggu seseorang merespon.
Yang jelas, sejak saat itu, aku selalu memperhatikan orang-orang yang duduk di meja seberang. Berharap ada seseorang yang menatapku sebentar, lalu tersenyum tipis, sebuah isyarat bahwa misteri ini belum selesai.
Dan mungkin, saat itu terjadi, aku akan tahu. Bahwa ada seseorang yang, sejak lama, menungguku membaca tulisannya.







Saat ini belum ada komentar