Cerita Pendek: Secarik Kertas di Meja 12
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 10 Mar 2025
- visibility 1.529
- comment 0 komentar

Ilustrasi by AI
Dan yang lebih bikin penasaran, buat siapa ini sebenarnya?
Aku mulai menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong favoritku. Aku selalu duduk di meja 12, berharap bisa menangkap basah siapa pun yang menaruh pesan-pesan ini.
Tapi sayangnya, selama berminggu-minggu, aku nggak pernah menangkap siapa pun. Kertas itu selalu muncul entah kapan, dan aku merasa kayak detektif gagal yang nunggu tersangka datang ke TKP tapi malah ketiduran.
Lama-lama, aku mulai menunggu kertas itu.
***
Aku bukan orang yang puitis. Kalau aku suka seseorang, aku nggak akan nulis puisi atau lagu, aku lebih mungkin ngajak dia makan ayam geprek dan berharap dia paham perasaanku dari level pedas yang kupilih.
Tapi ada sesuatu dari kertas-kertas ini yang bikin aku penasaran. Ada perasaan menanti, ada sesuatu yang membuatku merasa jadi bagian dari permainan teka-teki ini.
Sampai akhirnya, suatu hari, aku menemukan pesan yang berbeda.
“Aku harap kau ada di sini saat aku akhirnya berani mengucapkan halo.”
Siapa Dia? Ini pertama kalinya aku merasa pesan itu ditulis untuk seseorang secara langsung. Dan kemungkinan buruknya… bagaimana kalau itu aku?
Jujur, aku nggak siap. Aku terbiasa jadi pengamat, bukan peserta. Kalau ini semacam film, aku cuma figuran yang kebetulan ada di latar belakang, bukan tokoh utama yang dapat kisah romantis misterius seperti ini.
Aku mengangkat kepala, melihat ke sekitar. Saat itu, perpustakaan cukup sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang sibuk dengan laptopnya. Aku mencoba mencari seseorang yang mungkin saja menunggu aku membaca pesan ini, tapi… tidak ada siapa pun yang tampak mencurigakan.
Atau mungkin ada, tapi aku terlalu bego untuk menyadarinya.







Saat ini belum ada komentar