Gubernur Pastikan Insentif Guru Madin di Demak Tetap Cair, Meski Sempat Viral
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 22 Jul 2025
- visibility 1.189
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi menyerahkan cinderamata. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa insentif untuk Ahmad Zuhdi, guru madrasah diniyah (madin) asal Demak yang viral akibat insiden penamparan santri, tetap disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Zuhdi telah tercatat sebagai penerima insentif pengajar keagamaan sejak 2019.
“Insentif ini adalah bentuk perhatian Pemprov Jateng terhadap perjuangan para pengajar keagamaan. Meskipun terbatas, kami akan tingkatkan dan anggarkan kembali di tahun 2026,” tegas Gubernur Luthfi, Selasa, 22 Juli 2025.
Kepastian ini disampaikan pula oleh Agung Priyono, Subkoordinator Sarana Pendidikan dan Keagamaan Biro Kesra Setda Jateng. Ia menegaskan bahwa kasus yang menimpa Zuhdi dinilai sebagai bentuk miskomunikasi, bukan pelanggaran berulang. Karena itu, hak insentif guru tersebut tetap diberikan.
“Pak Zuhdi sudah masuk daftar penerima sejak awal program ini diluncurkan. Tahun ini pun tetap menerima,” ujar Agung.
Selain insentif, setiap pengajar agama yang terdaftar juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.







Saat ini belum ada komentar