Catatan Pinggir KIE: Kongres Diaspora dan KIE 2023
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 1 Jul 2022
- visibility 2.321
- comment 0 komentar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuka Kebumen International Expo. (Foto: Istimewa)
Jika di masa kolonial penyebaran diaspora dilakukan setengah dipaksa, di era kemerdekaan gelombang perantauan dilakukan sukarel, mayoritas dengan motivasi ekonomi. Wilayah tujuannya didominasi kota-kota besar: Jakarta, Surabaya dan Bandung, sementara untuk luar negeri adalah negara-negara yang memberi peluang bagi kehadiran tenaka kerja migran.
Seperti juga terjadi di daerah lain, para diaspora ini kemudian membentuk komunitas. Ada yang berbasis dukuh/desa seperti Persatuan Warga Kalikumbang (PAWAKAL), basis kecamatan: Ikatan Kanca Lawas Gombong (IKLG) atau yang lebih umum dalam skala kabupaten seperti Ikatan Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas.
Sekalipun ada banyak wadah, bisa jadi masih lebih banyak diaspora yang tak terhimpun dalam wadah-wadah tersebut. Begitupun, mereka ini tak kurang-kurang semangatnya dalam mengabdi bagi kampung halaman.
Bukan Lumbung Uang, Bukan Pula Cukong Politik
Ada pesan penting dari Dr Hendri Saparini terkait bagaimana diaspora Kebumen bisa bersumbangsih optimal dalam pembangunan wilayah.
“Kita memiliki banyak diaspora yang sangat potensial dalam membangun wilayah. Gunakan semaksimal mungkin expertise (keahlian) dan jejaring yang mereka miliki”, begitu pesan beliau. Pak Wahid bahkan memberi contoh riil, bagaimana posisi beliau sebagai dutabesar sangat memungkinkan untuk membuka pintu jaringan bagi berbagai produk Kebumen hingga pasar internasional.
BACA JUGA: Keperawatan Spiritual untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Perempuan Kanker Serviks
Jika kita coba melacak jejak kiprah komunitas diaspora secara digital, memang kegiatan bagi kampung halaman masih didominasi kegiatan karitatif/derma seperti santunan orang miskin, khitanan massal, bantuan bencana dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan itu akan cenderung ditimbang bobotnya secara kuantitatif : berapa besar dana disalurkan, berapa banyak penerima bantuan dan lain-lain. Sifatnya pun cenderung reaktif dan tak berkesinambungan.







Saat ini belum ada komentar