Catatan Pinggir KIE: Kongres Diaspora dan KIE 2023
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 1 Jul 2022
- visibility 2.322
- comment 0 komentar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membuka Kebumen International Expo. (Foto: Istimewa)
Bisa jadi bagi sebagian kalangan yang tinggal di Kebumen, komunitas diaspora diperlakukan sebagai ‘gudang uang’, sasaran proposal permintaan bantuan ketika mengadakan kegiatan. Keberadaan tokoh-tokoh mapan secara ekonomi, sosial maupun politik pun akhirnya dipandang dari sisi kemanfaatan finansial belaka. Sebuah cara pandang yang jika tidak hati-hati justru akan menjadi bumerang, membuat para diaspora potensial ini merasa hanya dijadikan sapi perahan dan akhirnya menjauh dari kampung halaman.
Di tahun-tahun politik, komunitas diaspora juga kerap didatangi oleh para politisi yang hendak bertarung. Dukungan dari pemuka komunitas (dianggap dukungan dari seluruh anggota komunitas) dipandang akan menjadi amunisi ampuh dalam memenangkan kontestasi politik. Belum lagi jika ada tokoh yang bersedia menjadi ‘cukong’, penyedia anggaran bagi pertempuran di medan politik. Bahwa di balik kesepakatan politik itu tersimpan bom waktu pecahnya komunitas atau terbatasnya gerak komunitas kadang diabaikan.
Kongres Diaspora
Kehadiran dan paparan Ibu Hendri dan Pak Wahid sesungguhnya menjadi pengingat atau bahkan gugatan untuk menimbang kembali bagaimana diaspora bisa ikut mewujudkan Kebumen yang maju dan sejahtera. Rasanya sudah bukan jamannya lagi memandang diaspora sebagai penyumbang duit belaka. Keterlibatan komunitas diaspora dalam kontestasi politik juga mesti sungguh-sungguh dicermati agar tidak justru membuat pagar dan jebakan bagi aktivitas ke depan.
Sudah saatnya para diaspora ini digandeng untuk langkah-langkah kontributif yang lebih strategis. Pelibatan mereka dalam fase assessment/telaah potensi dan perencanaan pembangunan sangat layak dipertimbangkan karena akan memberi dampak yang lebih dahsyat dan berkesinambungan.
BACA JUGA: Kebumen International Expo: Yang Internasional Apanya?
Meniru langkah diaspora level nasional, rasanya tak berlebihan jika kita mengangankan sebuah Kongres Diaspora Kebumen. Dalam ruang kongres, pemkab dan komunitas lokal bisa memaparkan kondisi dan kebutuhan riil pengembangan wilayah, sementara kelompok diaspora –dengan keahlian dan jaringan mereka—dapat mencoba melihat solusi dan kontribusi yang bisa ditawarkan.
Secara khusus Ibu Hendri juga mengusulkan investment fair, sebuah pameran tematik tentang berbagai rencana usaha yang membutuhkan suntikan dana investor. Mengundang dana diaspora dalam bentuk investasi rasanya lebih adil dan berkelanjutan karena memberi benefit pada kedua belah pihak. Dampak ikutannya pun akan lebih meluas bagi masyarakat Kebumen. Sebuah Kongres Diaspora yang dipadu dengan Investment Fair layak dipertimbangkan, bisa jadi merupakan bagian KIE 2023. Semoga.
***
Sigit Tri Prabowo, Ketua Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kebumen







Saat ini belum ada komentar