Rektor UGM Dikukuhkan Sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022, Berikut Isi Pidatonya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 29 Jul 2021
- visibility 1.639
- comment 0 komentar

Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng. (Foto: ugm.ac.id)
YOGYAKARTA (KebumenUpdate.com) – Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2021-2022. Dia akan melanjutkan kepemimpinan Prof Dr Arif Satria SP MSi (Rektor IPB) ketua FRI 2020-2021.
Pengukuhan bersamaan dengan Konferensi FRI 2021, Konvensi Kampus XXVII dan Temu Tahunan XXIII. Acara berlangsung secara virtual, Selasa 27 Juli 2021 dengan UGM sebagai tuan rumah. Dalam kesempatan itu, mengumumkan bahwa Ketua FRI terpilih (elected) periode 2022-2023 adalah Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Mohammad Nasih SE MTAk.
Perguruan Tinggi Jadi Bagian Solusi di Tengah Situasi Tak Pasti
Dalam pidatonya, Panut Mulyono menyampaikan harapan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Akademisi harus progresif dan berada di jajaran depan agar dapat memberikan jalan keluar bagi permasalahan bangsa.
“Melalui FRI ini mari bersama-sama kita bergerak secara kolaboratif agar potensi yang ada di masing-masing institusi kita bisa bersinergi. Sehingga dampaknya untuk kemajuan bangsa menjadi jauh lebih besar,” tuturnya seperti termuat dalam ugm.ac.id.
Pria asal Kebumen itu menambahkan bahwa pendidikan tinggi saat ini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis di sektor kesehatan dan ekonomi. Namun, di satu sisi wabah Covid-19 kian mempercepat disrupsi, masyarakat kini merasakan akselerasi adopsi teknologi digital.
FRI Ajak Perguruan Tinggi Berpikir Terbuka dan Adaptif
Karenanya dia berharap lewat FRI bisa menjadi pelopor agar perguruan tinggi selalu inovatif untuk melihat sisi terang dari setiap persoalan yang dihadapi bangsa. Selain itu, FRI juga mengajak perguruan tinggi Indonesia untuk berpikir terbuka terhadap kompetisi serta menjadi adaptif tanpa mengesampingkan nilai dan karakter dasar yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi Indonesia.
“Kami mohon dukungan dan doa agar kita bisa menjadikan FRI ini sebagai sebuah rumah bersama yang senantiasa membuat kita progresif dalam menghadapi persoalan dan kolaboratif dalam memberikan solusi. Sementara di tengah disrupsi dan perubahan yang terjadi secara cepat, semoga kita dapat menyikapinya dengan inovatif sehingga pendidikan tinggi Indonesia menjadi institusi yang adaptif dan tetap relevan,” urainya.
Jokowi Minta Perguruan Tinggi Harus Progresif
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berkesempatan membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia 2021. Jokowi menekankan perguruan tinggi harus progresif membangun cara kerja baru untuk menyiapkan masa depan mahasiswa dan bangsa Indonsia yang lebih maju.
Konferensi kali ini mengangkat tema MBKM dan Kolaborasi Strategi Dalam Rangka Mewujudkan Pendidikan Tinggi Yang Inovatif, Produktif, Adaptif, dan Kompetitif di Dunia Global. Hadir sebagai pembicara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim BA MBA. Nadiem membahas Strategi Implemntasi MKBM, Riset dan Inovasi Dalam Mewujudkan Pendidikan Tinggi Yang Inovatif, Produktif, Adaptif, dan Kompetitif di Dunai Global.
Baca Juga: 17 Mahasiswa UPB Lolos Ikuti Program Kampus Mengajar Kemdikbud Ristek
Lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara RI, Erick Thohir BA MBA menyampaikan pemaparan terkait Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi Dalam Mengakselerasi Penelitian, Pengembangan dan Inovasi dalam Rangka Mewujudkan Kedaulatan Teknologi. Berikutnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahdalia SE memamparkan tentang Knowledge Based Investement: Mendorong Literasi Investasi dn Keterlibatan Dunia Pendidikan Dalam Mendorong Investasi Berkualitas yang Bermuara Pada Kesejahteraan.
Selanjutnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI Dr Laksana Tri Handoko MSc menyampaikan Strategi Nasional Dalam Bidang Riset dan Inovasi Dalam Rangka Mewujudkan Daya Saing Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat. (ugm)







Saat ini belum ada komentar