Menjaga Keanekaragaman Hayati Tetap Lestari di Hutan Bulupitu

Hutan Bulupitu
Salah satu pohon di Hutan Bulupitu. (Foto: Ondo S)

Berdasarkan data IUCN tahun 2016 Diospyros johorensis termasuk ke dalam status Least Concern. Spesies yang tergolong ke dalam status Least Concern diberikan untuk spesies yang telah dievaluasi dan memiliki ancaman kecil. Keberadaan spesies berstatus Least Concern masih cenderung melimpah, namun sudah mulai mendapatkan gangguan dari lingkungan sekitarnya yang berupa penebangan liar, kebakaran hutan, serta hama penyakit.

Status Vulnerable pada jenis pohon di Hutan Bulupitu dimiliki oleh Eugenia conglomerata dan Swietenia macrophylla. Status Vulnerable menggambarkan bahwa suatu jenis flora atau fauna sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar pada waktu yang akan datang. Spesies yang tergolong dalam status Vulnerable pada Hutan Bulupitu harus mendapat perhatian lebih dibandingkan dengan spesies lain dalam usaha konservasi jenisnya.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Belajar dari Geopark Ijen yang Berhasil Masuk UNESCO Global Geopark (UGG)

Spesies lain yang telah berhasil diidentifikasi terdaftar dalam status Data Deficient. Status konservasi Data Deficient menggambarkan bahwa jenis tingkatan pohon pada Hutan Bulupitu meskipun memiliki informasi taksonomi namun informasi lain belum bisa tercukupi sehingga sulit untuk memperkirakan risiko kepunahan.

Berdasarkan Catalouge of Life 2016 spesies yang berhasil diidentifaksi sebagian besar spesies termasuk ke dalam jenis introduce species. Eugenia conglomerata dan Diospyros johorensis adalah native species dari Malaya yang merupakan spesies asli di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

“Keberadaan introduce species maupun native species merupakan sumber plasma nutfah yang harus mendapatkan perhatian lebih dan perlindungan agar tidak punah atau menghilang dari Hutan Bulupitu,” ujar Endah Kusuma Wardhani.

Keanekaragaman Jenis di Hutan Bulupitu
Vegetasi di Hutan Bulupitu. (Foto: Rizal Alfian)

Menurut nilai indeks diversitas Shannon-Wiener keanekaragaman jenis di Hutan Bulupitu termasuk rendah. Rendahnya nilai keanekaragaman jenis dipengaruhi oleh komposisi individu yang tidak merata serta rendahnya jumlah spesies pada Hutan Bulupitu. Jenis pohon yang berada pada Hutan Bulupitu cenderung tumbuh berkelompok pada suatu wilayah.

Spesies Dracontomelon dao dan Ficus elasticus adalah spesies di Hutan Bulupitu yang memiliki persebaran hampir di seluruh wilayah. Dominansi kedua spesies tersebut mengakibatkan jumlah tingkatan pohon lain lebih sedikit. Faktor dominansi suatu spesies itulah yang mengakibatkan adanya keanekaragaman hayati yang rendah.

Pos terkait