Menjaga Keanekaragaman Hayati Tetap Lestari di Hutan Bulupitu
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 7 Jan 2024
- visibility 2.672
- comment 0 komentar

Salah satu pohon di Hutan Bulupitu. (Foto: Ondo S)
Nilai keanekaragaman jenis pada Hutan Bulupitu juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi dari masyarakat. Sumber daya alam kayu pada Hutan Bulupitu mulai dimanfaatkan sejak wilayah hutan masuk dalam kawasan adminstrasi desa. Siklus tumbuhan yang semula hidup secara alami menjadi terganggu dengan adanya kegiatan tersebut.
Adapun sejumlah fauna yang terdapat di Hutan Bulupitu antara lain elang bido, monyet ekor panjang, tupai terbang, dan ular.
Kearifan Lokal Turut Menjaga Hutan Bulupitu

Pintu gerbang Petilasan Bulupitu. (Foto: Rizal Alfian)
Hasil penelitian Hidayati (2016), menunjukkan bahwa sejak tahun 2000 masyarakat di sekitar Hutan Bulupitu memanfaatkan hutan dalam bentuk pencarian rumput, rencek cabang, penebangan bambu, dan pemanenan buah aren. Pada tahun 2016 sejalan dengan pengelolaan Hutan Bulupitu pemerintah menetapkan bahwa di dalam wilayah Hutan Bulupitu tidak diperbolehkan diadakan pemanfaatan jenis pohon.
Perlunya introduksi jenis yang mendukung konservasi tanah dan air di Hutan Bulupitu. Perlunya kebijakan dan kolaborasi multipihak dalam wadah tertentu untuk meningkatkan KEHATI dan menjaga KEHATI Hutan Bulupitu.
Hutan Bulupitu sejumlah 30 spesies dalam 17 famili. Komposisi jenis pada tingkatan semai didominasi oleh Mallotus blumeanus dengan INP 54,95%, Myristica affinis dengan INP 53,93% pada tingkatan sapihan dan 70,16% pada tingkatan tiang, serta Dracontomelon dao dengan INP 61,72% pada tingkatan pohon.
Keanekaragaman jenis pohon pada tingkatan hidup semai, pancang, dan tiang secara berurutan 0,629; 0,831; 0,122; sedangkan pada tingkatan pohon 0,892. (Aulia Alizar Anam, UGM) Konservasi jenis asli pada Hutan Bulupitu dalam rangka meningkatkan keanekaragaman jenis pohon.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Dorong Pengembangan Ekowisata di Hutan Mengrove Kebumen
Kearifan lokal masyarakat di sekitar Hutan Bulupitu merupakan salah satu faktor sosial dimana secara tidak langsung ikut menjaga dan mengonservasi jenis-jenis tumbuhan tertentu di dalamnya.
Saat ini juga digagas Forum Peduli Konservasi Hutan Bulupitu. Tujuannya menjadi wadah bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk berkoordinasi, berkonsultasi, melakukan pengkajian serta memperjuangkan status konservasi dan pengelolaan kolaboratif kawasan hutan Bulupitu dei kelestarian dan kesejahteraan bersama sehingga terwujud kawasan Bulupitu yang dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.
Melihat potensi alam yang ada, kawasan hutan Bulupitu tidak hanya sebagai kawasan wisata ziarah, tetapi dikembangkan sebagai kawasan wisata alam, wisata edukasi, dan bumi perkemahan.








Saat ini belum ada komentar