Branding Geopark Kebumen: Gelar Budaya IWAKK Walet Emas Dibanjiri Penonton, Seperti Ini Kemeriahannya
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 28 Sep 2025
- visibility 812
- comment 0 komentar

Pagelaran wayang kulit dalam rangkaian acara Gelar Budaya IWAKK Walet Emas di Plaza Patriot Candrabhaga Bekasi. (Foto: Hari)
BEKASI (KebumenUpdate.com) – Ribuan perantau asal Kebumen yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikarang, Tangerang, Depok dan sekitarnya berkumpul di Plaza Patriot Candrabhaga Bekasi untuk meramaikan acara Gelar Budaya Walet Emas 2025, Sabtu 27 September 2025.
Selain gelar budaya, acara yang digelar oleh komunitas Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas ini untuk branding Geopark Kebumen yang telah resmi menjadi bagian UNESCO Global Geopark (UGGp), sekaligus memperingati Hari Komunitas Nasional (HKN).

Penandatanganan kerjasama antara IWAKK Walet Emas dengan Pemkab Kebumen di bidang kepariwisataan. (Foto: Hari)
Hadir Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, Kepala Disparbud Kebumen Frans Haidar, Kepala DPMPTSP Sukamto, perwakilan Bapperida, Bagian Umum Setda, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda, serta perwakilan Badan Pengelola Geopark Kebumen.
Hadir pula Ketua IWAKK Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan beserta para pengurus, Pelindung IWAKK Walet Emas Jenderal Polisi (Purn) Drs Surojo Bimantoro, Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto Tjahyono, Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof Dr H Sumaryoto, serta ribuan perantau asal Kebumen.
Ketua IWAKK Walet Emas Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan menjelaskan tujuan dari acara ini untuk menyiapkan generasi muda agar tidak lupa dengan daerah asalnya dan melestarikan budaya Indonesia khususnya yang berasal dari Kabupaten Kebumen.
“Tadi pagi kita sudah selenggarakan berbagai acara mulai parade komunitas, ekonomi kreatif dan UMKM, kuliner khas Kebumen, dan kuda lumping Singo Yudho,” jelasnya.

Tamu VIP dalam acara Gelar Budaya IWAKK Walet Emas 2025. (Foto: Hari)
Adapun pada malam harinya, digelar pagelaran wayang kulit dengan lakon “Babad Alas Wanamarta” oleh Dalang Pramariza Fadhlansyah.
Di sela kegiatan juga berlangsung penandatanganan kerjasama antara IWAKK Walet Emas dengan Pemkab Kebumen dalam bidang kepariwisataan.
Dengan pementasan wayang kulit, Jenderal Polisi (Purn) Drs Surojo Bimantoro menyebut bahwa ini merupakan kebanggaan dan upaya untuk mewariskan budaya kepada generasi penerus.
“Budaya itu merupakan ciri kepribadian dari suatu bangsa. Semoga IWAKK Walet Emas bisa menyumbangkan sesuatu yang positif dan bermanfaat kepada masyarakat,” sebutnya.

Bupati Lilis Nuryani hadir di acara Gelar Budaya IWAKK Walet Emas 2025. (Foto: Hari)
Di kesempatan ini, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan apresiasinya atas digelarnya acara Gelar Budaya Walet Emas untuk nguri-uri budaya dan branding Geopark Kebumen.
“Acaranya sukses, banyak yang datang, dan ramai sekali. Semoga semakin kompak untuk IWAKK Walet Emas,” pesan Bupati Lilis Nuryani.
Kegiatan yang terbuka untuk umum dan gratis ini juga menyediakan door prize satu unit sepeda motor dari Bupati Lilis Nuryani, satu sepeda listrik dari anggota IWAKK, dan bonus tambahan dari Walikota Bekasi berupa dua unit sepeda motor.
“Bekasi sebagai miniatur Bhinneka Tunggal Ika karena hampir semua suku bangsa ada di Bekasi. Tentu ini menjadi modal penting bagi kami agar kota ini terus maju dan berkembang,” jelas Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto Tjahyono.

Ribuan penonton membanjiri lokasi acara Gelar Budaya IWAKK Walet Emas. (Foto: Hari)
Sementara itu sejumlah pengunjung memberikan testimoninya atas digelarnya acara ini. Salah satunya Sukirno yang berasal dari Desa Pekuwon Kecamatan Adimulyo.
“Acaranya bagus, meriah. Ada kuda lumping tadi siang, malam ini wayang kulit. Sering adakan kegiatan seperti ini, jadi bisa mengobati rasa kangen dengan kampung halaman,” kata Sukirno.
Lain halnya dengan Ahmad Waluyo yang berasal dari Kecamatan Sadang.
“Kegiatan yang positif untuk mempererat silaturrahmi bagi perantau asal Kebumen. Semoga dengan predikat UNESCO Global Geopark, Kebumen bisa meningkatkan kesejahteraan warganya,” kata Ahmad yang ternyata anak asuh pertama Asrama Pelajar/Santri Annur di Jalan Kartini Kelurahan Gombong. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar