Kunjungi Kebumen, Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi Sekolah Senilai Rp31,8 Miliar
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 26 Jan 2026
- visibility 3.411
- comment 0 komentar

Menteri juga menekankan pentingnya membangun budaya bersih. Ia meminta agar fasilitas yang sudah bagus, seperti toilet, dirawat dengan melibatkan tanggung jawab siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Menyikapi kejadian yang menimpa guru di Jambi, Mendikdasmen menegaskan komitmen melalui MoU dengan Polri untuk mengedepankan restorative justice dalam menangani persoalan di sekolah yang bukan tindakan kriminal.
“Saat ini banyak video yang memperlihatkan guru ragu menegur murid karena khawatir dilaporkan ke polisi. Kami tegaskan bahwa Kemendikdasmen telah menjalin MoU dengan Kapolri, jika terdapat persoalan di sekolah yang bukan merupakan tindakan kriminal, maka diselesaikan melalui restorative justice,” tegas Mendikdasmen, disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
“Sepanjang tindakan tersebut adalah bagian dari proses pendidikan dan latihan tanggung jawab, bukan bertujuan untuk memberatkan siswa, maka lakukanlah. Hal ini perlu saya tekankan agar Bapak dan Ibu guru tidak ragu lagi dalam melaksanakan tugas mulia mendidik karakter anak bangsa,” ujar Mendikdasmen.
Inovasi Pendidikan dan Penguatan Karakter
Mendikdasmen juga memaparkan beberapa kebijakan baru, di antaranya penguatan karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan kegiatan “Pagi Ceria” (menyanyikan Indonesia Raya, Senam, dan Berdoa).
“Dalam rangka menumbuhkan nasionalisme, upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional agar lebih tertib, dan pembacaan “Ikrar Pelajar Indonesia” yang berisi pesan Presiden RI,” jelas Mendikdasmen.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan adanya beasiswa S1 bagi guru melalui program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) dengan bantuan Rp3 juta per semester. Termasuk peningkatan kompetensi berupa pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD untuk persiapan kurikulum 2027.
Tidak ketinggalan, ia menyampaikan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) rencananya akan dilaksanakan pada April 2026 sebagai salah satu instrumen objektif dalam penerimaan murid baru jalur prestasi.
“Pembangunan gedung bukan sekadar fisik yang berdiri, tapi soal bagaimana menumbuhkan semangat belajar dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” pungkas Prof. Abdul Mu’ti.
Hadir di acara ini Forkompimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, pejabat di lingkungan Pemkab Kebumen, mantan Bupati Ir Mohammad Yahya Fuad SE, kepala satuan pendidikan dan para tenaga pendidik. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar