Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Bonorowo dan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 23 Jul 2023
- visibility 2.188
- comment 0 komentar

Sukarelawan mengikuti apel kesiapsiagaan bencana dan uji simulasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat di Lapangan Kecamatan Bonorowo, Kebumen. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Sasaran KSB adalah kawasan dari sejumlah desa/kelurahan yang teridentifikasi memiliki risiko bencana. Dalam KSB, Tagana berperan dalam memfasilitasi masyarakat dalam menyusun rencana kerja KSB, menyebarluaskan informasi penanggulangan bencana kepada masyarakat. Juga memberikan keterampilan-keterampilan praktis penangulangan bencana kepada masyarakat, membantu masyarakat dalam menyusun peta risiko bencana.
“Masyarakat merupakan pihak pertama yang langsung berhadapan dengan ancaman bencana. Melalui KSB dan Tagana, kami membangun Community Based Disaster Management atau Manajemen Bencana Berbasis Komunitas,” terangnya.
Kebumen Rawan Bencana
Dalam kesempatan itu, Kemensos juga memberikan bantuan untuk penanganan bencana terutama untuk pemenuhan kebutuhan logistik sebesar Rp706 juta. Kemudian bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), dan pemberian sambako untuk warga tidak mampu.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyambut baik Kemensos yang membentuk Kampung Siaga Bencana di Kebumen. Menurutnya, KSB dibentuk tidak harus di daerah yang rawan bencana. Sebab, penanganan bencana adalah persoalan kemanusiaan.
Baca Juga: Didukung Palang Merah Jepang, PMI Kebumen Gelar Pelatihan MTDB
“KSB yang dibentuk Kemensos melalui pasukan Tagana ini sangat luar biasa. Mereka sudah dilatih secara profesional untuk bisa ikut dalam penanganan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.








Saat ini belum ada komentar