Kekeringan Meluas, 67 Desa di Kebumen Krisis Air Bersih
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 30 Okt 2023
- visibility 3.226
- comment 0 komentar

Warga memanfaatkan air dari Sungai Lukulo. (Foto: Gunoto)
Tidak hanya mencari air bersih, warga juga mencuci pakaian dan mandi di hulu salah satu sungai terbesar di Kebumen tersebut. Pada pagi dan sore hari Sungai Lukulo tampak dipadati warga yang sedang beraktivitas baik mandi, mencuci, maupun mengambil air menggunakan jeriken untuk dibawa pulang.
“Kami berharap ada bantuan air bersih untuk masak dan minum sehari-hari,” ujar Darsem, warga Dukuh Era yang mencuci di Sungai Lukulo.
Daftar Desa yang Alami Krisis Air Bersih

Bantuan air dari PLN. (Foto: Istimewa)
Kemudian di Kecamatan Karangsambung yang meliputi tujuh desa, yakni Desa Seliling, Karangsambung, Langse, Kaligending, Plumbon, Kalisana, dan Pujotorto. Di wilayah Kecamatan Sempor kekeringan juga melanda tujuh desa, meliputi Desa Kenteng, Donorojo, Semali, Jatinegara, Tunjungseto, Sampang dan Bonosari.
Di Kecamatan Rowokele, kekeringan melanda enam desa, yakni Desa Pringtutul, Rowokele, Kretek, Giyanti, Sukomulyo, dan Bumiagung. Di Kecamatan Alian, kekeringan melanda enam desa, meliputi Bojongsari, Kaliputih, Tlogowulung, Surotrunan, Krakal dan Kemangguhan.
Sementara itu, di Kecamatan Sruweng kekeringan terjadi di empat desa, yakni Desa Karangjambu, Sidoagung, Tanggeran dan Donosari. Kekeringan di wilayah Kecamatan Buayan melanda empat desa, meliputi Desa Nogoraji, Jogomulyo, Jatiroto dan Rogodono.
Baca Juga: Bantu Daerah Kekeringan, Ikatan Apoteker Indonesia Kirim 30 Tangki Air Bersih
Di wilayah Kecamatan Padureso, kekeringan meliputi empat desa, yakni Kalijering, Balingasal, Merden dan Padureso. Untuk Kecamatan Ayah, kekeringan terjadi di tiga desa, meliputi Jintung, Karangduwur dan Srati. Kecamatan Pejagoan, kekeringan di tiga desa, meliputi Desa Kebagoran, Kedawung dan Desa Karangpoh.









Saat ini belum ada komentar