Kejari Kebumen Didorong Tuntaskan Kasus Mafia Pupuk
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 9 Okt 2023
- visibility 1.933
- comment 0 komentar

Petani memupuk tanaman. (Foto: Canva)
Apalagi Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di media sudah menyebutkan ada dugaan empat penadah dalam perkara penyelewengan pupuk subsidi yang diduga dilakukan CV LM sepanjang tahun 2021-2022 tersebut.
Jumlah pupuk bersubsidi yang tidak tersalurkan ke petani di wilayah kerja CV LM di Kecamatan Prembun, Mirit dan Bonorowo juga besar sekitar 1.264.933 kg atau 1.264 ton. Jelas ini memicu kelangkaan pupuk dan membuat petani merugi. Adapun potensi kerugian keuangan negara mencapai Rp 8,6 miliar.
Kejari Kebumen Diminta Tingkatkan Kualitas Kinerja
Di sisi lain, Sriyanto mempertanyakan mengapa kasus dugaan penyelewengan pupuk ini sudah lama, tetapi baru saat ini perkara tersebut diungkap oleh kejaksaan. Dia melihat ada indikasi bahwa pengungkapan kasus ini untuk menutupi persoalan yang sedang terjadi di kejaksaan dalam isu “jeruk makan jeruk”.
“Kami berharap saat ini jajaran Kejari Kebumen untuk meningkatkan kualitas kinerja. Jangan sampai upaya preventif maupun pembinaan justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar