Kebumen Akhirnya Raih Piala Adipura, Bupati Arif Sugiyanto Tekankan 2 Hal Penting
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 5 Mar 2024
- visibility 2.220
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menunjukkan piala Adipura. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Untuk bisa dilakukan penilaian, pemerintah daerah harus aktif memberikan pelaporan tentang program-program lingkungan hidup ke dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).
“Tanpa melapor ke SIPSN, kita nggak mungkin dinilai,” ucapnya.
Lokasi Penilaian Adipura dan Bobot Skornya

Bupati Arif Sugiyanto bersama Kepala Dinas LHKP Asep Nurdiana menunjukkan piala Adipura. (Foto: Dok.Pemkab Kebumen)
Lebih lanjut, Asep menuturkan, tempat-tempat yang dinilai antara lain, kantor kedinasan, pasar, sekolah, rumah sakit, stasiun, TPA, tempat wisata, tata ruang kota, atau ruang terbuka hijau, seperti taman kota, hutan kota, alun-alun dan lain sebagainnya.
“Yang dinilai itu bukan hanya soal kebersihan, dan penghijauan, tapi bagaimana konsep pengelolaan sampahnya. Kemudian kehidupan masyarakatnya dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri,” terangnya.
Baca Juga: Seperti Ini Pemanfaatan Gas Metana Dari TPA Kaligending Bagi Warga Sekitarnya
Kepala Bidang Penataan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Persampahan (PPKLHPP) DLHKP Kebumen, Endah Dwi Y turut menambahkan, yang paling tinggi dalam penilaian ini adalah pengelolaan sampah di TPA.
“Untuk pengelolaan TPA ini skor nilainya 11, kedua ada di Bank Sampah Induk dan Pasar nilai skornya 7. Kemudian ada sekolah, rumah sakit, dan perumahan, dan lain-lainnya ada kantor dinas, taman kota, hutan kota, tempat wisata, itu nilainya sama 5,” ucapnya.
Baca Juga: KLHS RPJPD Kebumen: Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA sudah cukup baik. Hal ini ditandai dengan adanya pemanfaatan sampah menjadi biogas atau gas metana yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar TPA Kaligending, Karangsambung. Tidak hanya itu, juga harus ada pengurugan sampah dengan tanah.
Menurutnya, yang terpenting dari penilaian Adipura, kata Endah, adalah komitmen dan kesadaran dari masyarakat. Tanpa adanya komitmen dan kesadaran dari masyarakat untuk mau menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, maka predikat Adipura akan sulit terwujud.







Saat ini belum ada komentar