Dukung Bedah Rumah Sedulur Kebumen, Pabrik Keramik Arwana Kirim 500 Dus Keramik
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 19 Apr 2022
- visibility 2.174
- comment 0 komentar

Abang becak bekerja menurunkan keramik Arwana. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kegiatan sosial berupa bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang secara konsisten dilaksanakan oleh paguyuban sosial Sedulur Kebumen mendapatkan atensi dari berbagai pihak.
Para donatur dengan sukarela memberikan sumbangan untuk mensukseskan program bedah rumah yang sudah berjalan ke-35 kali. Donasi yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai tetapi juga material bangunan.
Salah satu sumbangan diberikan oleh pabrik keramik Arwana yang terus mendukung program bedah rumah di Kebumen. Kali ini bantuan keramik sebanyak 500 dus keramik kembali dikirim ke Kebumen.
500 Dus Keramik

Keramik Arwana ditempatkan di gudang rumah dinas bupati. (Foto: Padmo)
Keramik ukuran 40×40 cm tersebut tiba di Rumah Dinas Bupati Kebumen, Selasa, 19 April 2022 sore. Dari jumlah 500 dus, keramik tersebut bisa memperbaiki 720 m2 lantai.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada pabrik keramik Arwana yang selalu membantu bedah rumah di Kebumen. Semoga pabrik keramik Arwana diberi rejeki, laris selalu,” ujar Sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan saat meninjau kedatangan keramik tersebut.
Baca Juga: Puluhan Tahun Hidup di Tenda Terpal, Sedulur Kebumen Bantu Bangun Rumah Mbah Ngabsah
Selain pabrik keramik Arwana, Sugeng Budiawan menyampaikan terima kasih kepada Mayjen TNI Heri Wiranto SE MM MTr (Han) Pa Sahli Tingkat III KASAD Bidang Jahpers yang juga membantu sebanyak 100 sak semen.
“Juga kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu warga Kebumen yang kurang beruntung,” imbuh owner Muncul Group tersebut.
Libatkan Abang Becak

Tukang becak memindahkan keramik ke gudang. (Foto: Padmo)
Sementara itu, proses menurunkan keramik tersebut melibatkan tujuh orang abang becak yang biasa mangkal di sekitar Alun-alun Kebumen. Para abang becak tersebut cukup antusias mengingat masih sepi penumpang.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang membawa uang,” ujar salah satu tukang becak usai bekerja memindahkan keramik ke gudang.









Saat ini belum ada komentar