Dituding Selewengkan Dana Desa, Kades Karangkembang Beberkan ke Mana Aliran Dananya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 28 Sep 2023
- visibility 6.399
- comment 0 komentar

Suasana warga saat menuntut Kades Karangkembang mundur. (Foto: Istimewa)
Dari empat orang tersebut menurut kades hanya Rojihan selaku Pelaksana Kerja yang belum dipanggil oleh kejaksaan dan belum mengembalikan uang.
“Semua sudah mengembalikan uang ke desa, termasuk Bumdes juga kemarin tanggal 26 September 2023 sudah. Rp 21 juta sama Rp 60 juta, total Rp 82 juta yang dikembalikan oleh Bumdes. Ada dua slip setoran yang diserahkan ke desa ini mas buktinya,” lanjut kades sambil menunjukan bukti slip setoran.
Baca Juga: Kades Bendogarap Lapor Polisi, Kades Kebadongan Mengaku Pernah Diminta Isi Kas Rp 100 Juta
Lebih lanjut kades menjelaskan bahwa pada tahun 2022 ada uang sejumlah Rp 150 juta ke Bumdes Ngudi Makmur untuk pembangunan fasilitas Internet Desa. Namun, hingga saat ini pembangunan tidak selesai dan warga masyarakat belum menikmati fasilitas internet desa tersebut.
“Sudah lelang, sudah berdiri tiang-tiang ada kabelnya. Tapi sampai hari ini warga belum bisa menikmati internet desa. Dulu bilangnya sudah disepakati biaya perbulan internet desa Rp150.000. Inspektorat juga sudah periksa terkait internet desa ini, bilangnya baru 30 persen,” katanya.
Beberapa Program Belum Dilaksanakan
Di tahun 2023 lanjut Kades, tepatnya di bulan Maret ada uang keluar dari rekening desa ke rekening Bumdes sebesar Rp 187 juta melalui aplikasi Cash Management System (CMS). Hal itu diketahui kades atas laporan bendahara yang mengatakan bahwa ada uang keluar ke rekening Bumdes.
“Saya tahunya setelah dapat laporan dari bendahara yang bilang kita kecolongan pak, Rp187 juta ke rekening Bumdes. Kalau gak salah setelah Hari Raya Idul Fitri kemarin,” tuturnya.
Data kerugian keuangan desa pada tahun anggaran 2022 sebesar Rp 320.630.590 dan di tahun 2023 sebesar Rp 364.903.000.









Saat ini belum ada komentar