MPKU Perkuat Jejaring Rumah Sakit Muhammadiyah di Barlingmascakeb
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 30 Jun 2022
- visibility 2.264
- comment 0 komentar

Ketua MPKU PP Muhammadiyah Dr Mohammad Agus Samsudin MM menyampaikan arahan. (Foto: Istimewa)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus memperkuat jejaring layanan kesehatan baik rumah sakit maupun klinik di bawah persyarikatan Muhammadiyah. Setelah di beberapa wilayah, kini giliran wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb) dan Purworejo yang diperkuat jaringannya.
Sebanyak sembilan rumah sakit dan 20 klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah di Barlingmascakeb dan Purworejo mengikuti Regional Meeting yang digelar MPKU PP Muhammadiyah di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Senin 27 Juni 2022. Pertemuan dihadiri oleh Ketua MPKU PP Muhammadiyah Dr Mohammad Agus Samsudin MM bersama Wakil Ketua Drs H Agus Kusnadi dan Wakil Sekretaris dr Ekorini Listiowati MMR. Hadir pula dari MPKU PWM Jateng dr Chanifudin dan para pimpinan rumah sakit dan klinik.
BACA JUGA: RS PKU Muhammadiyah Gombong Resmikan Gedung MCU, Lanjut Bangun Unit Radio Therapy
Ketua MPKU PP Muhammadiyah Dr Mohammad Agus Samsudin MM menyampaikan bahwa PP Muhammadiyah mengkoneksikan rumah sakit Muhammadiyah di masing-masing regional. Sebelumnya, pihaknya juga telah menggelar regional meeting di Yogyakarta yang diikuti delapan rumah sakit dan 12 klinik. Kemudian di Soloraya dengan sembilan rumah sakit.
“Kemudian di sini (RS PKU Gombong, red) diikuti sembilan rumah sakit,” ujarnya.
Monev Pelayanan ICU Covid-19

Dirut Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, dokter Muhammad Miftahuddin menyampaikan paparan. (Foto: Istimewa)
Agus Samsudin menambahkan bahwa belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, sekarang ini pihaknya membangun konektifitas rumah sakit berdasarkan regional. Hal ini dilakukan agar penanganan pasien bisa lebih cepat.
“Bagaimana sistem rujukan bisa berjalan dengan baik. Terlebih lagi jika terjadi wabah,” ujarnya.







Saat ini belum ada komentar