

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Dalam 100 hari kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, program sekolah kemitraan menjadi salah satu terobosan yang disambut positif oleh masyarakat dan sekolah swasta. Program ini membuka akses pendidikan gratis bagi siswa miskin melalui kemitraan dengan 139 sekolah swasta, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK di seluruh Jawa Tengah.
Melalui program ini, Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp2 juta per siswa per tahun. Sekolah swasta yang bermitra diwajibkan memiliki akreditasi minimal B, sarana prasarana memadai, rasio guru yang cukup, dan tidak melakukan pungutan biaya kepada siswa penerima program.
Kepala SMK Widyaanggala Purbalingga, Darimin, mengungkapkan antusiasmenya dengan mulai menyosialisasikan program ini ke enam desa di sekitar sekolahnya. Ia menyebut program ini sangat membantu anak-anak putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan.
Program sekolah kemitraan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sadimin, menyampaikan bahwa daya tampung untuk tahun 2025 mencapai 5.040 siswa. Setiap sekolah mitra menyediakan satu rombongan belajar, sekitar 36 siswa.
Upaya ini juga ditujukan untuk menekan angka putus sekolah (ATS) di jenjang pendidikan menengah. Selain sekolah kemitraan, Pemprov Jateng telah mengalokasikan kuota afirmasi 3% di sekolah negeri, menyediakan pendidikan gratis di 3 SMK Boarding dan 15 SMK Semi Boarding, serta memberikan beasiswa bagi siswa miskin.
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, menyatakan bahwa langkah ini selaras dengan rencana pusat untuk mendirikan sekolah rakyat. Ia berharap program ini terus diperluas dengan menambah sekolah mitra setiap tahun.
Selain program sekolah kemitraan, Pemprov Jateng juga meluncurkan Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jateng di kawasan Jatidiri, Kota Semarang. Sekolah ini dirancang untuk para atlet muda yang tergabung dalam Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng.
SMANKO mengintegrasikan pendidikan formal dengan pelatihan olahraga. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, sekolah ini menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi yang diharapkan mampu mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah ini dibiayai dari APBD dan APBN.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan semua anak usia sekolah, terutama dari keluarga miskin, mendapat akses pendidikan yang layak,” tandas Gubernur Luthfi.
News & Inspiring