Miss Al Kahfi 2019 Tampilkan Talenta dan Kreativitas Santriwati
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 17 Nov 2019
- visibility 7.719
- comment 0 komentar

Para santriwati memeragakan busana berbahan limbah. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate) – Para santri di era millenial tidak sekadar sibuk mengaji dan belajar agama. Pondok Pesantren semakin terbuka dalam hal-hal berbau modernitas. Seperti terlihat di Pondok Pesantren Al Kahfi Sumolangu, Desa Sumberadi, Kebumen.
Kompleks pondok putri salah satu pesantren tertua di Kebumen tampak semarak oleh gemuruh tepuk tangan, Sabtu 16 Nopember 2019 malam. Malam itu sedang berlangsung pemilihan Miss Al Kahfi 2019 yang dihelat di halaman pondok pimpinan KH Afifudin Khanif Al Hasani tersebut.
Sebanyak 16 santri dari perwakilan kamar yang menjadi finalis, tampil di atas panggung. Adapun para juri adalah Ning dari sejumlah Pondok Pesantren. Yakni Ning Nyai Hakim dari Pondok Pesantren Al Istiqomah Karangsari, Ning Anis dan Ning Afi di Pesantren Khusnul Hidayah Karangtanjung, dan Ning Fika dari Pesantren Salafiyah Wonoyoso.
Para finalis menampilkan bakat masing-masing. Ada yang menampikan bakat ceramah agama, menari, pencak silat, membaca puisi, hingga menyanyi. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan sejumlah pertanyaan dari dewan juri meliputi bidang umum dan agama.
Peragaan Busana Berbahan Sampah dan Limbah

Para finalis Miss Al Kahfi 2019 memeragakan busana dengan bahan barang bekas dan limbah . (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Puncaknya mereka melakukan peragaan busana berbahan sampah dan limbah hasil inovasi dan kreativitas para santri putri. Busana itu terbuat dari berbagai macam sampah di pondok pesantren. Seperti botol bekas, tali rafia, tikar anyaman pandan, plastik, daun, koran bekas dan kertas bekas. Sampah dari sisa kegiatan sehari-hari disulap menjadi busana indah dan mewah.
Aneka busana yang ditampilkan di antaranya busana Ratu Cleopatra, Model Gotel, Princes Cinderella, Putri Kerajaan, Putri Victoria, Putri Angsa, Putri Elsa, Putri Shopia, Putri Daun, Putri Snowwhitte, Tinkerbelle, Princes Elsa, dan Cinderella. Selayaknya peragawati profesional, para santri putri berjalan di atas catwalk dengan percaya diri dalam sorotan lampu dan riuh tepuk tangan.
Ajang untuk Mengasah Kreativitas Santriwati

Busana berbahan limbah hasil kreativitas santriwati itu seperti karya desainer profesional. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Pengurus Putri Pondok Pesantren Al-Kahfi, Asrifauziah (21) menjelaskan, kegiatan itu digelar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pemilihan Miss Al Kahfi 2019 merupakan bagian dari Al Kahfi Competition 2019.
Sejumlah lomba yang digelar meliputi debat, lomba cerdas cermat (LCC), pidato, dan membaca kitab kuning.
“Khusus pemilihan Miss Al Kahfi hanya diikuti oleh santri putri untuk mengasah kreativitas dan bakat para santri,” ujarnya menyebutkan event yang ketiga ini mengangkat tema “Beauty of Srikandi”.
Baca Juga: Tahun Pertama, Akademi Komunitas Al Kahfi Jaring 67 Mahasiswa Baru
Menurut Asrifauziyah, penggunaan sampah sebagai bahan busana bertujuan untuk mengasah kreativitas para santri. Sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sampah dan kelestarian lingkungan.
Dengan sentuhan kreativitas, sampah yang tadinya tak berharga didaur ulang menjadi sesuatu yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.
“InsyaAllah ke depan kegiatan ini akan terus digelar dengan mengusung konsep dan tema yang lebih menarik,” katanya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar