Calon Bupati Harus Paham RPJPD Kabupaten Kebumen 2025–2045
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 4 Jul 2024
- visibility 1.750
- comment 0 komentar

RPJPD Sifatnya Makro
Sementara itu Sekretaris Bappeda Kebumen Yunita Prasetyani menjelaskan bahwa RPJPD sifatnya makro sehingga tidak secara spesifik mengenai program pembangunan.
“Akan tetapi spirit atau semangat kota semua dalam public hearing ini akan menjadi masukan bagi kami. Untuk DKD, mudah-mudahan saatnya nanti ada yang bisa ditindaklanjuti. Lalu untuk HNSI, memang beberapa permasalahan infrastruktur nelayan di TPI Pasir dan sekitarnya. Harus diakui ada kelambatan proses dari provinsi. Untuk itu ke depan akan kita bantu komunikasi ke provinsi. Lalu untuk Organda mengenai pemanfaatan transportasi masal, nampaknya kondisi jumlah angkutan umum di Kebumen sudah menurun. Ini jadi pertimbangan kami ke depan untuk mengeluarkan kebijakan tentang angkutan umum di Kebumen. Kami dari Bappeda sangat terbuka atas saran dan masukan untuk perencanaan pembangunan di Kebumen yang lebih baik,” kata Yunita Prasetyani.
Di termin selanjutnya, peserta public hearing dari latar belakang yang berbeda-beda terus menyampaikan usulan atau masukan kepada pimpinan rapat. Di antaranya bidang kesehatan yang disampaikan oleh dokter Timbul dari Puskesmas Pejagoan, bidang pendidikan mengenai kesejahteraan guru honorer oleh Mugi dari PMII.
Selanjutnya Taufik Hidayat dari Ketua Pokdarwis Kebumen yang menanyakan tentang arah kebijakan RPJPD di bidang pariwisata. Ia menanyakan apakah RPJPD nantinya diterapkan untuk objek wisata yang dikelola Pemkab Kebumen, objek wisata yang dikelola desa, atau objek wisata yang dikelola pihak ketiga. Termasuk di dalamnya mengenai Geopark Kebumen.







Saat ini belum ada komentar