

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen mengajukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Pendapatan daerah turun 0,25% menjadi Rp2,99 triliun dari sebelumnya Rp3,002 triliun. Penurunan ini dipicu oleh koreksi dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru naik 3,93%.
Kontribusi terbesar PAD berasal dari retribusi daerah sebesar 53,27%, utamanya dari sektor pelayanan kesehatan, disusul pajak daerah 40,87%, pengelolaan kekayaan daerah 3,77%, dan lainnya 2,09%.
Dana transfer dari pusat masih mendominasi komposisi pendapatan daerah sebesar 81,01%, sedangkan PAD menyumbang 18,99%. Penurunan transfer tercatat mencapai Rp13,75 miliar.
Belanja Daerah Naik 2,71%, Fokus ke Jalan dan Pelayanan Dasar
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kebumen Tahun Anggaran 2025 menyebutkan, belanja daerah dalam perubahan APBD 2025 naik 2,71% menjadi Rp3,17 triliun.
Kenaikan signifikan terjadi pada belanja modal yang naik dari Rp177 miliar menjadi Rp280 miliar atau meningkat Rp102 miliar. Tambahan belanja ini difokuskan untuk perbaikan jalan dan pengadaan aset infrastruktur lainnya.
Belanja untuk urusan wajib pelayanan dasar mencakup pendidikan 35,62%, kesehatan 17,79%, pekerjaan umum 6,66%, perumahan 0,97%, ketertiban 1,18%, dan sosial 0,52%. Sementara belanja penunjang urusan pemerintahan dialokasikan 24,58%, termasuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta bantuan sosial.
Menurut Bupati, meskipun pendapatan dari pusat menurun, infrastruktur tetap menjadi prioritas. “Begitu APBD Perubahan disetujui, kami akan tancap gas untuk memperbaiki jalan,” tegasnya.
Defisit Tertutup SiLPA, Pinjaman Digulirkan ke Petani dan Nelayan
Rancangan perubahan APBD 2025 mencatat defisit anggaran sebesar Rp177,3 miliar. Defisit ini ditutup melalui pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2024 sebesar Rp185,9 miliar dan penerimaan kembali pinjaman Rp2,1 miliar.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp10,1 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal ke BUMD Rp8 miliar serta pemberian pinjaman kepada gabungan kelompok tani dan nelayan masing-masing sebesar Rp1,5 miliar dan Rp600 juta.
Saat ini, DPRD Kebumen masih melakukan pembahasan Rencana Perubahan APBD TA 2025. Selasa, 1 Juli 2025 Lembaga legislatif menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Selanjutnya, Rabu 2 Juli 2025, DRPD Kebumen kembali akan menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pendapat Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
News & Inspiring