Mantap! Gembel Pasar Karanganyar Bagikan 2 Ton Beras

  • Whatsapp
Preman Pasar
Komunitas Gempas Karanganyar membagikan paket beras. (Foto: Yas Mita)

KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Komunitas Gembel Pasar (Gempas) Karanganyar yang beranggotakan para preman pengelola parkir, pengamen hingga anak jalanan melakukan aksi berbagi, Kamis, 18 Februari 2021.

Aksi sosial dengan membagikan sedikitnya 300 paket beras kepada warga yang membutuhkan. Mulai dari tukang becak, tukang parkir, sopir angkudes hingga anak jalanan. Aksi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian mereka terhadap dampak pandemi Covid-19 yang makin membuat rakyat kecil makin susah.

Berita Lainnya

Bagikan Dua Ton Beras dari Uang  Kas
Preman Pasar
Warga antusias menerima bantuan beras. (Foto: Yaz Mita)

Pembina Gempas Karanganyar yang juga Ketua Karang Taruna Desa Candi Kecamatan Karanganyar Heksa Heri Sukarno menyampaikan sebanyak dua ton beras itu dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sekaligus untuk menghapus stigma negatif masyarakat terhadap keberadaan preman dan anak jalanan,” ujar Heksa kepada KebumenUpdate.com di sela-sela kegiatan.

Heksa menyebutkan bahwa komunitas Gempas memiliki uang kas yang dihimpun dari anggota setiap bulan. Uang kas itu selama ini juga dipakai untuk membantu anggota yang terkena musibah.

“Jadi tidak hanya sekarang saja. Misal ada teman kami yang sakit, bisa memakai uang kas itu untuk berobat atau untuk menjenguk,” kata Heksa menyebutkan aksi berbagi itu rencanannya akan digelar kembali dalam waktu dekat.

Solidaritas Tanpa Pamrih Berbagi Kepada Sesama
Preman Pasar
Komunitas Gempas Karanganyar berpose di sela-sela kegiatan. (Foto: Yaz Mita)

Heksa berharap melalui solidaritas tanpa pamrih teman-temannya, semua tergugah untuk berbagi.

“Hanya satu keinginan untuk berbagi kepada sesama,” ujarnya seraya berharap melalui kegiatan itu semuanya bisa tergugah untuk peduli terhadap sesama.

Penghasilan Berkurang Akibat Pandemi Covid-19

Sementara itu, bagi-bagi beras tersebut mendapat sambutan positif dari para penerima. Salah satunya diungkapkan Janarko (53) tukang becak penerima bantuan beras yang mengaku senang dan berterima kasih.

“Apa-apa lagi susah. Sulit banget mencari penumpang. Nggak mesti dapat. Terima kasih sudah dibantu,” ungkap warga Desa Candi, Kecamatan Karanganyar itu.

Dia mengaku berkurang penghasilannya akibat pandemi. Sebelumnya bisa dapat Rp 25-30.000 per hari, sekarang dia kadang hanya dapat Rp 5.000. Bahkan terkadang tidak dapat uang sama sekali. (Yaz Mita)

Berita Terkait