Ini Cara Unik Menandai Warga Isolasi Mandiri di Desa Jeruk Agung dan Ambalresmi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 7 Jul 2021
- visibility 4.829
- comment 0 komentar

Bendera merah putih dipasang di depan rumah yang menjalani isolasi mendiri. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Desa Jeruk Agung Kecamatan Klirong, Kebumen memiliki cara unik untuk menandai warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat tarpapar Covid-19.
Salah satu cara yang tak biasa adalah warga memasang bendera merah putih di depan rumahnya sebagai tanda bahwa mereka sedang menjalani isolasi mandiri. Mereka memasang bendera menggunakan tiang bambu tepat di depan rumah.
“Informasi yang kami dapatkan dari Polsek Klirong, warga yang sedang menjalani isoman memasang bendera. Selain sebagai tanda bahwa sedang Isoman, memiliki filosofi semangat nasionalisme dan bela NKRI, kompak putus penyebaran Covid-19,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubbag Humas Iptu Tugiman.
1. Warga Lebih Peduli Terhadap Tetangga yang Isoman
Dari pemasangan bendera itu, warga akan lebih peduli terhadap tetangga yang sedang menjalani Isoman. Bentuk peduli bisa berupa mengirimkan makanan, memberikan semangat serta tidak mengucilkan.
Di sisi lain, warga akan lebih waspada karena ada warga yang sedang isoman dengan menjaga jarak serta memperketat Prokes di lingkungan tersebut. Dari PPKM desa setempat juga mengimbau kepada warga yang menjalani isolasi mandiri untuk tidak bepergian.
2. Di Ambalresmi Rumah Warga Isoman Ditempeli Stiker

Anggota Polri memasang stiker di rumah yang menjalani isolasi mandiri. (Foto: Istimewa)
Sementara itu, PPKM Desa Ambalresmi bersama dengan Polsek Ambal memasang stiker di rumah warga yang menjalani isolasi mandiri. Stiker bertuliskan “Dalam Pengawasan Isolasi Mandiri” berwarna oranye itu terpasang agar warga sekitar dan pemilik rumah lebih peduli memutus mata rantai penyebaran dengan memperketat Prokes.
Termasuk tanggal isolasi juga tercantumkan sebagai pengingat pemilik rumah agar juga menjaga lingkungan sekitar dengan tidak ke mana-mana.
“Menandai warga dengan stiker, malah bagus. Warga yang melihat bisa ikut peduli. Harapannya seperti itu,” jelas Iptu Tugiman.
3. Warga Bisa Kirim Makanan dan Kebutuhan Lain
Setelah melihat stiker, tetangga atau warga setempat bisa mengirimkan makanan atau kebutuhan lainnya. Jika ada kerabat atau teman ingin bertamu bisa lebih waspada setelah melihat stiker.
“Jika pemilik rumah bersikeras ingin keluar rumah padahal waktu isolasi mandiri belum selesai, warga sekitar bisa melaporkan PPKM untuk mengamankan yang bersangkutan,” ujarnya. (gita)









Saat ini belum ada komentar