Be Buddy Not A Bully: FT Unnes Gelar Pelatihan Non Violence di SD Negeri Meles
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 15 Mei 2025
- visibility 533
- comment 0 komentar

Foto bersama peserta didik SDN Meles. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kebumen menunjukan bahwa kekerasan pada anak (0-18 tahun) di Kabupaten Kebumen sekitar 74 kasus tahun 2022 dan sekitar 59 kasus pada tahun 2023. Bahkan, tahun 2024 di Kabupaten kebumen telah terjadi pada 6 orang anak, satu di antaranya hamil.
Semakin meresahkannya kasus kekerasan yang dialami peserta didik ini perlu adanya regulasi dari pemerintah sehingga violence terhadap peserta didik dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Sebagai respon adanya kekerasan di satuan pendidikan maka pemerintah mengeluarkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Peraturan ini meregulasi segala hal terkait pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk alur yang harus dilalui bila terjadi dugaan kekerasan di satuan pendidikan. Jika terjadi kasus kekerasan di sekolah, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) akan bertugas untuk menangani kasus.
Peraturan ini juga mengatur perlindungan yang diberikan kepada orang tua/wali/pendamping peserta didik atau peserta didik yang melapor kekerasan serta jaminan perlindungan terhadap kekerasan bagi pendidik atau tenaga kependidikan.

Pemberikan sosialisasi kepada peserta didik SDN Meles. (Foto: Istimewa)
SD Negeri Meles Dukung Non Violence
Salah satu SD di Kebumen yang mendukung Non Violence adalah SD Negeri Meles. Pelatihan mengangkat tema “Be Buddy Not A Bully” di SD Negeri Meles dilaksanakan pada 14 Mei 2025. Kegiatan ini diketuai oleh Ranu Iskandar dosen Unnes. Anggota pengabdian lainnya yaitu Putri Khoirin Nashiroh, Khoirul Huda, dan Wahyu Ady Priyo Kuncahyo. Mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian ini yaitu Syaeful Adji Prasetyo, Muhammad Dwi Yulianto, dan Restu Kurnia Ramadhani.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kepala SD Negeri Meles Agustin Nurhayatun SAg. Kepala Sekolah menyampaikan terima kasih telah melakukan pengabdian di SD Negeri Meles.
Ranu Iskandar menyampaikan berharap dengan adanya pelatihan ini SD Negeri Meles terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak, serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, baik itu kekerasan fisik, kekerasn psikis, kekerasan seksual, perundungan dan diskriminasi.
“Terima kasih kepada Ibu Agustin Nurhayatun, Asni Murniasih, dan Sudiarti yang telah membantu selama kegiatan di SD Negeri Meles,” ujarnya.
“Terima kasih juga kepada Bapak Angga Septiyanto yang membantu menjadi narasumber dalam kegiatan ini terkait penanganan kekerasan fisik, kekerasn psikis, kekerasan seksual, perundungan dan diskriminasi,” imbuhnya.






