Akses Terbatas, Investor Minim: Muhammadiyah Soroti Ketertinggalan Ekonomi Kecamatan Sadang
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Ming, 6 Jul 2025
- visibility 657
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani bersama Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PWM Jawa Tengah Mohammad Yahya Fuad di acara Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah. (Foto: Hari)
Terbatasnya akses dan minimnya investasi karena kondisi geografis Kecamatan Sadang menjadi sorotan utama dalam Tabligh Akbar Hari BerMuhammadiyah PCM Sadang.
Meskipun demikian, potensi Kecamatan Sadang sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Kebumen tetap diakui, memicu harapan akan perubahan stigma dan peningkatan kesejahteraan.
SADANG (KebumenUpdate.com) – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sadang menggelar Tabligh Akbar Hari BerMuhammadiyah dengan tema “Membangun Ekonomi Umat Berkemajuan dan Berdaya”, Minggu 6 Juli 2025.
Acara yang dihadiri sekitar 1.200 peserta ini berlangsung di Masjid Khalifah Akhmad Al-Jasiim, Desa Sadang Kulon, dan menjadi wadah dialog antara masyarakat dengan pemerintah daerah mengenai tantangan dan potensi di wilayah tersebut.

Bupati Lilis Nuryani menerima cenderamata kain tenun tradisional dari UMKM Kartinesia Jaya Sadang. (Foto: Hari)
Dalam sambutannya, Ketua PCM Sadang, Bilaludin, menyoroti stigma negatif yang melekat pada Kecamatan Sadang sebagai “kecamatan miskin ekstrem” dan “kecamatan buangan”.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi geografis Sadang yang sulit menjadi kendala utama bagi investor untuk menanamkan modal.
“Di Sadang tidak ada yang berani berinvestasi. Karena apa? Dari sisi wilayah masih sulit,” ujarnya.
Namun, Bilaludin menegaskan, Sadang memiliki potensi besar sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Kebumen.
“Sumber Daya Alam kita bagian dari UNESCO Global Geopark Kebumen, yang kurang [adalah] duit,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia juga menekankan bahwa tujuan Geopark adalah memuliakan bumi dan menyejahterakan masyarakat.
Bupati Kebumen Berkomitmen Penuh untuk Sadang
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lilis Nuryani memastikan komitmennya untuk memajukan Sadang.
“Apapun untuk Sadang yang terbaik, pasti saya dukung,” tegas Bupati Lilis.
Ia berjanji akan segera menerbitkan izin pendirian SD Mutiara Insani Muhammadiyah dan klinik PCM Sadang, dua program unggulan yang digagas oleh Muhammadiyah untuk mengatasi kelemahan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Bupati Lilis juga mengakui bahwa potensi pariwisata di Sadang, khususnya dalam konteks Geopark, masih perlu didongkrak karena di Kecamatan Sadang lebih banyak fokus pada bidang pendidikan (edukasi dan penelitian).
“Jadi untuk mendongkrak dari sisi pariwisata memang masih kurang,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati Lilis berjanji Sadang tidak akan lagi menjadi “kecamatan buangan”, melainkan “dekat di hati”.
Ia bahkan sedang mengupayakan pembangunan dapur umum di Sadang untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Acara ini juga diisi dengan pra-acara yang menampilkan anak-anak TPQ dari Jojogan, Kalipetir, Al Jasim, dan Siluk, serta pelantikan PCNA Sadang.
Adapun tausiyah inti disampaikan oleh Ir.H Mohammad Yahya Fuad SE selaku Ketua Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata PWM Jawa Tengah, membahas tema tentang nikmat Allah dan pentingnya bersyukur.
Hadir perwakilan PDM dan PDNA Kebumen, Camat Sadang, PCM dan PCA Sadang, Forkopimcam Sadang, Kades se-Kecamatan Sadang, serta perwakilan MWC NU Sadang, Muslimat, Fatayat, dan warga sekitar.
Cenderamata Berkelas Dunia untuk Bupati Lilis
Di akhir sesi acara, Bupati Lilis Nuryani menerima cenderamata istimewa berupa kain tenun dari UMKM lokal Sadang, yang membanggakan karena pasarnya telah menembus Timur Tengah. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar