Panen Raya Padi Kebumen: Petani Panjangsari Sukses Terapkan Corporate Farming
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 13 Mar 2025
- visibility 821
- comment 0 komentar

GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menghadiri panen raya padi yang menggunakan sistem Corporate Farming. Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Catur Rahayu di Desa Panjangsari, Kecamatan Gombong, Kamis 13 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Faiz Alauddien Reza Mardhika, Wakil Ketua DPRD Kebumen, Khalisa Adelia Aziza, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam).
Bupati Lilis Nuryani menyambut baik penerapan sistem Corporate Farming oleh Poktan Catur Rahayu. Menurutnya, sistem ini menunjukkan kemajuan sektor pertanian di Kebumen yang dikelola secara modern.
“Sektor pertanian, khususnya padi, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah. Selain berkontribusi pada ketahanan pangan, sektor ini juga berperan besar dalam perkembangan perekonomian, baik dari segi pendapatan petani, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja,” ujar Bupati.
Bupati menginstruksikan dinas terkait untuk terus meningkatkan produktivitas padi melalui penyediaan benih yang berkualitas, harga yang terjangkau, dan keuntungan yang wajar bagi petani. Hal ini diharapkan dapat menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi pertanian.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Teguh Yuliono, menjelaskan bahwa Corporate Farming adalah bentuk kerja sama ekonomi antara kelompok petani dengan orientasi agribisnis.
Sistem ini mengkonsolidasikan pengelolaan lahan dalam satu hamparan, namun tetap menjamin kepemilikan lahan masing-masing petani. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi usaha, standarisasi mutu, serta efektivitas dan efisiensi manajemen pemanfaatan sumber daya.
Pemerintah Kabupaten Kebumen saat ini sedang merintis Corporate Farming di lahan seluas 156 hektar yang tersebar di 37 Poktan atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di 17 kecamatan. Salah satunya adalah di Desa Panjangsari, Kecamatan Gombong, dengan luas konsolidasi lahan mencapai 4,5 hektar.
“Corporate Farming yang dikembangkan oleh Poktan Catur Rahayu fokus pada pembenihan padi varietas Impari 50. Dengan luas lahan 4,5 hektar, diperkirakan hasil panen mencapai 49,07 ton,” jelas Teguh Yuliono.
Hasil panen kali ini sangat baik karena penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari perlakuan benih, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
Meskipun demikian, musim tanam ini menghadapi tantangan besar berupa serangan hama wereng batang coklat (WBC) yang memaksa beberapa wilayah untuk mempercepat panen guna menghindari gagal panen.
“Alhamdulillah, di Desa Panjangsari, panen dapat berjalan dengan hasil yang sangat baik,” tambah Teguh.
Teguh juga menambahkan bahwa pada musim tanam pertama ini, luas panen di Kebumen mencapai 9.934 hektar. Puncak panen raya terjadi pada bulan Maret dengan luas panen sekitar 34.000 hektar, sedangkan pada bulan April diperkirakan mencapai 5.000 hektar.
“Kami berharap produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Kebumen, khususnya di Kecamatan Gombong, dapat terus meningkat,” harapnya.
Selain itu, Poktan Catur Rahayu juga bekerja sama dengan perusahaan penangkar benih, sehingga hasil panen akan langsung digunakan sebagai bahan benih padi.







Saat ini belum ada komentar