Kopi Gemplong, Kopi Tradisional Kebumen yang Berfilosofi pada Budaya

Kopi Gemplong kemasan 200 gram. (Foto: Hari)

KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Minuman kopi bukan hanya minuman biasa bagi masyarakat, namun memiliki filosofi tersendiri. Pendapat tersebut disampaikan oleh Teguh Prasetyo, owner dan pencetus Kopi Gemplong asal Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam.

“Momen-momen pertemuan warga seperti kerja bakti, gotong royong, musyawarah, akan selalu dikaitkan dengan kopi. Meskipun nanti praktiknya ada minuman lain selain kopi,” kata Teguh Prasetyo di rumahnya, Sabtu 7 Oktober 2023.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Teman Insomnia: Tempat Ngopi yang Menyajikan Kesederhanaan dan Kehangatan

Pencetus Kopi Gemplong, Teguh Prasetyo. (Foto: Hari)

Sejarah Kopi Gemplong berawal dari sebuah komunitas yang bernama Subileng. Komunitas yang nguri-nguri budaya Jawa terkait dengan gendingan serta adat istiadat setempat agar terus lestari. Dari sering berkumpul, lalu muncul gagasan mengapa tidak membuat kopi yang biasa dibuat oleh masyarakat setempat dengan menggunakan tumbukan (gemplong).

“Pangsa pasarnya saat ini dari lokal. Kebanyakan orang Kebumen. Produk Kopi Gemplong juga tersedia di berbagai tempat seperti hotel, pusat oleh-oleh, atau pertokoan,” lanjutnya.

Pos terkait