Sarat Prestasi, Anak Pedagang Ikan Keliling Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month Ming, 19 Jul 2026
- visibility 185
- comment 0 komentar

Rofi Arif Robbani meraih mimpinya menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi UGM melalui jalur SNBP 2026. (Foto: UGM)
Tekad itu semakin kuat setelah timnya berhasil meraih Juara 1.
“Waktu datang ke FMIPA UGM saya benar-benar bilang ke diri sendiri, pokoknya saya harus keterima UGM bagaimana pun caranya,” tuturnya saat ditemui Tim Pemberitaan Humas UGM, Jumat (17/7/2026).
Meski dikenal berprestasi di bidang sains, Rofi justru memilih melanjutkan studi di Fakultas Psikologi. Keputusan itu didorong oleh kepeduliannya terhadap isu kesehatan mental yang menurutnya masih membutuhkan pemahaman lebih luas di masyarakat.
Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan profesi psikolog atau studi magister agar dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental sekaligus membantu mengurangi konflik yang muncul akibat perbedaan cara pandang dalam keluarga.
Tangis Haru Saat Lolos SNBP
Momen pengumuman hasil SNBP menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Rofi dan keluarganya. Sebelum membuka laman pengumuman, ia meminta sang ibu pulang lebih awal agar dapat menyaksikan hasilnya bersama.
Rasa cemas sempat membuatnya menangis bahkan sebelum hasil pengumuman muncul. Namun, suasana berubah menjadi haru ketika layar menampilkan bahwa dirinya diterima di Fakultas Psikologi UGM.
“Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” kenangnya.
Kebahagiaan keluarga kembali bertambah ketika Rofi mengetahui dirinya mendapatkan UKT 0, sehingga tidak perlu membayar biaya kuliah.
“Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ujarnya.
Perjuangan Ayah Pedagang Ikan Keliling
Di balik keberhasilan Rofi, terdapat perjuangan sang ayah, Hasan Ismail, yang setiap hari berkeliling menjajakan ikan dari rumah ke rumah di wilayah Cilacap. Meski hasil penjualan tidak selalu sama setiap hari, Hasan tidak pernah berhenti bekerja demi memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
“Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” katanya.
Hasan mengaku sempat terkejut ketika putranya sejak kecil bercita-cita kuliah di UGM. Namun, ia memilih mendukung impian tersebut sepenuhnya.
“Saya tidak menyangka anak saya bisa diterima di UGM. Harapan saya, Rofi bisa kuliah dengan baik, terus berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet








Saat ini belum ada komentar