Sanggar Wonodipuro Gelar Wayang Kulit Dua Dalang, 14 Sinden dan 10 Lengger Calung Banyumasan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 9 Feb 2024
- visibility 4.965
- comment 0 komentar

Yarianto yang juga Ketua Sanggar Wonodipuro Petanahan Kebumen itu menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap seni tradisional, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.
“Harapannya upaya pelestarian seni dan budaya jawa tradisional semakin mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih luas di tingkat legislatif,” ujarnya.
Pemerintah Diminta Hadir Melakukan Pembinaan
Menurut Yari, dalam momentum apapun budaya dan kesenian tradisional mesti ditampilkan. Jangan hanya menampilkan budaya modern tanpa menjawil kesenian tradisional. Saat itu budaya lokal masih dicintai, terbukti saat ada hajatan ada kuda lumping, jathilan, wayang, dan sebagainya.
“Ini sebuah tantangan yang harus jadi perhatian oleh para pegiat seni di daerah. Juga, bagaimana pemerintah merespon hal itu bahwa seni budaya adat daerah adalah hal penting. Karena, adat dan budaya tersebut sebagai pemersatu bangsa Republik Indonesia,” terang Yari.
Baca Juga: Jadi Dalang Wayang Kulit, Dokter Yusuf Damar Sukses Pentaskan Lakon “Gatotkaca Winisuda”
Pemerintah diminta hadir tak hanya untuk melakukan pembinaan tapi juga harus memberikan anggaran yang cukup. Karena, seni dan tradisi tersebut akan hilang jika tidak dijaga di era digital seperti sekarang ini.
“Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh calon presiden dari Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto, seni dan budaya merupakan karakter bangsa yang harus dan wajib dilestarikan keberadaannya sebagai warisan leluhur,” ujarnya.
“Saya sebagai kaum milenial, generasi muda ingin terus memberikan perhatian, dukungan dan lestarikan seni dan budaya. Karena siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita yang adiluhung mas,” imbuhnya.








Saat ini belum ada komentar