Catatan Pendakian Tektok Gunung Prau via Dieng (2)
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
- visibility 3.149
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tak mau menunggu antrian foto di depan plang Puncak Gunung Prau. (Foto: Hari)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekitar pukul 09.00 WIB, kami tiba kembali di titik awal pendakian atau basecamp.
Aktivitas yang kami lakukan di basecamp di antaranya menyerahkan sampah yang kami bawa turun (sesuai dengan data registrasi), mengambil kembali kartu identitas, membersihkan diri seperlunya, dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Kebumen.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng dan Gunung Slamet di kejauhan. (Foto: Hari)
Sebelum meninggalkan Dieng, kami berdiskusi mengenai rencana makan siang di perjalanan. Opsi bakso dan mi ayam muncul sebagai pilihan mayoritas. Meskipun saya dan Fitra lebih mengidamkan soto atau sop, namun suara terbanyak akhirnya memilih bakso atau mie ayam.
Kekalahan inilah yang menjadi pemicu utama keinginan saya untuk segera menikmati semangkuk sop panas setibanya di Kebumen. Selain untuk memanjakan lidah, sop juga terasa menyegarkan dan diharapkan dapat memicu inspirasi dalam merangkai catatan perjalanan pendakian Gunung Prau ini.
Oiya, biaya yang kami keluarkan untuk pendakian kali ini terbilang hemat. Hal ini karena sebagian besar perbekalan utamanya logistik memanfaatkan kue-kue lebaran sisa hari raya.
Praktis, pengeluaran utama kami hanya untuk bahan bakar kendaraan, tiket pendakian, parkir, serta makan di perjalanan. Sebuah petualangan yang berkesan dengan biaya yang bersahabat.
Biaya
- BBM pergi pulang ± Rp50.000/motor
- Tiket pendakian Rp35.000/pendaki
- Parkir Rp10.000/motor




Saat ini belum ada komentar