Tiga Pilar Keunggulan Geopark Kebumen Menuju UNESCO Global Geopark
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 22 Jul 2024
- visibility 5.829
- comment 0 komentar

Tim Asesor UGGp mengunjungi Geosite Serpentinit di Desa Pucangan, Kecamatan Sadang, Kebumen. (Foto: E Santami)
Kampus Geologi Lapangan pertama (didirikan tahun 1964) yang dirintis oleh Profesor Sukendar Asikin. Kemudian Cagar Alam Geologi pertama di Indonesia (diresmikan tahun 2006) berada di kawasan Karangsambung.
Saat ini telah berdiri Kawasan Geodiversitas Indonesia-BRIN, serta kampus Geologi Lapangan ITB sebagai tempat riset dan edukasi kebumian.
-
Geopark Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Kerawanan bencana geologi di kawasan Geopark Kebumen. (Foto: Istimewa)
Keberadaan Geopark Kebumen menjadi aspek penting dalam upaya pengembangan tata kelola mitigasi bencana yang unggul, kolaboratif, dan berbasis masyarakat. Sehingga brand “Geopark Tangguh Bencana” akan semakin menegaskan kualitas dunia dari Geopark Kebumen.
Geopark Tangguh Bencana merupakan sebuah konsep yang mengintegrasikan upaya pelestarian warisan alam dengan peningkatan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam.
Baca Juga: Concern ke Masyarakat tentang Potensi Bencana, Badan Geologi ESDM Gelar Sosialisasi di Kebumen
Konsep ini dilandaskan pada pemahaman bahwa geopark, dengan kekayaan geologinya yang unik, seringkali terletak di daerah rawan bencana. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap kerawanan bencana geologi di kawasan geopark membuat masyarakat secara aktif memitigasi bencana dengan berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.
Masyarakat memperkuat kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan geopark dan penanggulangan bencana.







Saat ini belum ada komentar