The Disruptive Arif: Dua Tahun Menyemarakkan Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 2 Feb 2023
- visibility 2.725
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiynato SH bernyanyi bersama Slank saat Kebumen Mendegam. (Foto: Padmo)
Pembenahan yang cukup mendesak dilakukan adalah efektifitas komunikasi pemerintah dengan publik. Dengan gagasan dan langkah Bupati yang penuh hentakan, diperlukan pasukan komunikator yang tidak hanya sigap namun juga cerdas dan lugas. Berkali-kali terjadi sebuah kebijakan mengundang pro kontra yang melelahkan. Bukan karena kebijakan itu salah tapi karena tidak adanya komunikasi publik yang intens dan efektif, sebelum dan selama kebijakan berjalan.
Tak heran agenda penataan wilayah kota akhirnya disempitkan menjadi debat kusir soal jalan searah. Publik pun terhalangi untuk memahami gagasan besar di baliknya.
Kembali kepada Disruption-nya Profesor Rhenald, agar era disruptif di Kebumen mampu memberi manfaat maksimal pada masyarakat Kebumen, harus dipastikan bahwa proses ini memberikan ruang partisipatif yang memadai kepada semakin banyak aktor perubahan. Sudah tidak masanya lagi akses kapital dan peluang hanya dikuasai segelintir orang, entah karena alasan politis ataupun kedekatan.
Bupati juga ditantang untuk terus melakukan pemangkasan peraturan dan birokrasi yang menghambat pertumbuhan dan gerak ekonomi dalam segala bentuknya. Setidaknya saat ini para pelaku ekonomi kreatif sudah merasakan ruang yang lebih lega untuk berkarya. Ke depan hal ini mesti berlanjut merambah semua sektor menuju Kebumen yang Sejahtera, Mandiri, Berakhlak Bersama Rakyat.
***
*Sigit Tri Prabowo, Peminat Budaya dan Pelaku Ekonomi Kreatif








Saat ini belum ada komentar