The Disruptive Arif: Dua Tahun Menyemarakkan Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 2 Feb 2023
- visibility 2.724
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiynato SH bernyanyi bersama Slank saat Kebumen Mendegam. (Foto: Padmo)
Suka tidak suka dengan langkah-langkah ‘aneh’ yang diambilnya, harus diakui berbagai kebijakan Bupati Arif telah menjadi disrupsi yang hebat bagi Kebumen, tak hanya di tataran birokrasi bahkan hingga pola partisipasi masyarakat dan bentuk relasi/komunikasi antara publik dengan pimpinan wilayah.
Salah satu disrupsi yang layak dicatat adalah Kebumen International Expo (KIE). Ini adalah sebuah ajang pameran terpadu yang dimunculkan sebagai peningkatan dari event tahunan Kebumen Expo. Dengan mendatangkan puluhan artis ibukota serta ratusan stand dari BUMN, UMKM sampai pemerintah daerah tetangga, KIE menjadi sebuah makhluk yang kehadirannya memukau publik.
Berbagai kegiatan pameran selama ini pun menjadi terasa biasa-biasa saja. Lepas dari masih banyaknya kekurangan yang harus diperbaiki dan perdebatan yang mengiringi, KIE menjadi benchmark (tolok ukur) baru dalam penyelenggaraan festival dan pameran di Kebumen.
Disrupsi lain yang layak disebut adalah tentang pengelolaan kawasan perkotaan Kebumen. Selama ini penataan kota praktis hanya sebatas pembuatan taman dan penataan area terbuka, juga perbaikan pedestrian serta drainase secara sporadis. Langkah besar yang dilakukan Arif dengan membuat beberapa perubahan signifikan memberi efek kejut yang dahsyat kepada publik. Kebijakan awal mengubah pola lalu lintas di seputaran jalan protokol serta merta mendapat gelombang protes yang cukup besar meski kemudian mereda seiring terbiasanya publik dengan pola baru.
Baca Juga: Banjir di Perkotaan dan Problem Air Salah Jalan
Ternyata jalur searah hanya intro dari sebuah perubahan yang lebih masif. Perbaikan wajah jalan utama, perombakan drainase, penataan pasar hingga alun-alun menjadi bagian agenda besar untuk memunculkan wajah kota Kebumen yang baru. Sebuah disrupsi penataan wilayah yang tidak hanya menyentuh aspek fisik/infrastruktur namun juga mengangkat fungsi sosial, budaya bahkan juga aksesibilitas bagi difabel dan lansia.
Tak semua disrupsi yang digagas Arif berjalan lancar. Penataan Pasar Tumenggungan hingga sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tak hanya regulasi dan kebijakan yang harus ditegakkan, namun ada pola perilaku dan ketersediaan fasilitas yang juga perlu diselaraskan.
Pengentasan Kemiskinan
Pengentasan kemiskinan dengan mengundang aliran investasi juga menjadi hutang lain yang perlu segera dibayar. Dalam banyak kesempatan, Bupati mengatakan bahwa terkait kemiskinan, Kebumen tak sekadar memerlukan percepatan namun lompatan.
Masuknya modal diharapkan menjadi batu tumpuan untuk lompatan yang lebih tinggi. Sebuah mimpi yang sudah dimulai di masa lalu namun masih juga menunggu wujud nyatanya. Dalam hal ini disrupsi tak hanya dibutuhkan dalam perijinan dan regulasi, namun juga akses, kepastian hukum serta masyarakat yang suportif terhadap masuknya investor.
Semua pihak mengakui bahwa selama dua tahun terakhir, roda mutasi birokrasi berjalan lebih cepat. Bagi sebagian pihak, proses mutasi terkesan serba mendadak dan tidak memberi cukup waktu untuk menunjukkan kinerja terbaik. Di sisi lain, gerak birokrasi yang semakin dinamis juga memunculkan kesadaran tentang perlunya kinerja nyata yang terukur. Bupati selaku konduktor birokrasi harus bisa menjamin bahwa cepat dan dinamisnya distribusi sumber daya manusia merupakan ikhtiar untuk memunculkan mesin birokasi yang lebih sigap dan dapat diandalkan.








Saat ini belum ada komentar