Puasa Ramadan untuk Menggapai Kebahagiaan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 13 Mar 2024
- visibility 3.837
- comment 0 komentar

Ini menunjukkan bahwa posisi orang yang benar akan hidup tenang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang jahat dan berdusta akan terasa tidak nyaman sejak di dunia dan di akhiratnya menjadi penghuni neraka.Wajar sekali dalam menggambarkan manusia yang baik ini, Syaikh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nashaihul Ibad mengutip hadits Nabi:
“Orang yang paling aku cintai diantara kamu adalah orang yang paling baik budi pekertinya, yang mudah disuruh, yang jinak dan mudah dijinakkan”.
Baca Juga: Menyusuri Perjalanan Seorang Kekasih Allah: Rabi’ah al-Adawiyah
Ramadan menjadi bulan yang tepat dalam melakukan usaha mengubah diri menjadi lebih baik. Kemauan positif itu akan tetap terwujud baik manakala ada usaha yang sungguh-sungguh dengan penuh keihlasan. Sebab orang yang baik budi pekertinya dengan kejujuran akan selalu senang dan membuat rasa nyaman bagi orang sekelilingnya. Sedangkan orang yang selalu berdusta akan membuat orang di sekitarnya merasa terteror bahaya.
Maka dari itu, demi menumbuhkan spirit semangat ibadah puasa Ramadan, hendaklah umat Islam mengetahui dan memahami berbagai karakteristik yang dapat mengenalkannya kepada ibadah puasa Ramadan. Karena menjadi sebuah realita bahwa menjalankan ibadah puasa tak sekadar menggugurkan kewajiban belaka, melainkan sebagai usaha diri untuk memenuhi kebutuhan rohani demi kebahagiaan di hari esok.
Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan saat ia berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Tuhannya”.
Gus Fachrudin Ahmad Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.







Saat ini belum ada komentar